Dipimpin Kapolda Riau, Prosesi Pemakaman Bripka Hendra Berlangsung Haru

Ahad, 22 Desember 2019 - 13:01:34 WIB
Dipimpin Kapolda Riau, Prosesi Pemakaman Bripka Hendra Berlangsung Haru Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi memimpin Upacara pemakaman jenazah almarhum Bripka (ANM) Hendra Saut Parulian Sibarani, di Taman Makam Bahagia Kota Pekanbaru, Minggu (22/12/2019).
Madaniy.Com - Ribuan warga Kota Pekanbaru di Jalan Sudirman turut melepas perjalanan jenazah almarhum Bripka (ANM) Hendra Saut Parulian Sibarani menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Bahagia Kota Pekanbaru, Minggu (22/12/2019) pagi.
 
Masyarakat Kota yang tengah menjalani Car Free Day tersebut seolah larut dalam khidmatnya prosesi perjalanan iringan jenazah. Mereka menghentikan aktifitasnya dan ikut menyaksikan iringan jenazah sepanjang jalan dari Mapolda menuju Taman Makam Bahagia.
 
Perjalanan menuju ke peristirahatan terakhir di Taman Makam Bahagia Kota Pekanbaru, Kapolda Riau, PJU Polda Riau dan seluruh peserta upacara pelepasan jenazah berjalan kaki menuju lokasi, mengiringi peti jenazah yang dibawa Mobil Jenazah Sat Brimob Polda Riau. 
 
Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi memimpin langsung Upacara pemakaman jenazah almarhum Bripka (ANM) Hendra Saut Parulian Sibarani.
 
Sebelumnya, peti jenazah Bripka (ANM) Hendra Saut Sibarani disemayamkan di Polda Riau untuk dilakukan upacara pelepasan jenazah dan selanjutnya dibawa menuju Taman Makam Bahagia Kota Pekanbaru. 
 
 
Hadir Wakil Gubernur Edy Natar Nasution, Forkopimda Riau dan peserta upacara lainnya dari berbagai kesatuan TNI-AD, AU, Brimob dan Samapta Polda Riau, baik Pamen, Pama maupun Bintara dan Tamtama.
 
Dalam amanatnya Kapolda Riau mengatakan bahwa almarhum Bripka Hendra Saut Parulian Sibarani gugur pada hari Rabu tanggal 18 Desember 2019 pada saat melaksanakan tugas pukul 14.20 WIB di wilayah Dekai, Polres Yahukimo dalam Operasi dengan sandi Aman Nusa 1 – 2019. semoga pengorbanan almarhum akan tercatat sebagai sejarah bagi bangsa Indonesia dan masyarakat Riau pada khususnya.
 
Menurut Kapolda Riau, upacara yang dilaksanakan pagi ini adalah sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan dari negara atas jasa dan pengorbanan almarhum semasa hidupnya. Dalam mengabadikan diri kepada bangsa dan negara melalui tugas di kepolisian. 
 
Usai menyampaikan amanat, dilanjutkan dengan prosesi pemakaman dengan tembak Salvo ke udara oleh pasukan Brimob sebagai bentuk penghargaan terakhir kepada jenazah. Upacara Pemakaman usai pada pukul 08.30 WIB.
 
Sumber: Bid Humas Polda Riau

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Menpar Tetapkan Bono Sebagai Destinasi Kelas Dunia

Kamis, 02 Februari 2017 - 20:17:21 WIB

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya optimis Riau belum terlambat membangun sektor pariwisata. Selain kaya akan tradisi dan budaya, terutama Melayu, kondisi alam Riau sebenarnya juga tidak kalah me

Adegan Sadisme Tayang di Program On The Spot Trans7

Senin, 06 Maret 2017 - 20:24:59 WIB

Adegan sadisme yang terekam CCTV, ditayangkan secara jelas dalam Program On The Spot di stasiun tv Trans7 pada pukul 19.45-1950 WIB.

Lanud Rsn Terus Tingkatkan Patroli Udara Demi Menjaga Wilayah NKRI

Ahad, 13 Oktober 2019 - 07:03:00 WIB

"Terpantau seluruhnya. Justru pertahanan udara sangat penting. Dalam penanganan wilayah teritorial dan pemantauan arah laut Indonesia," jelasnya.

6,8 Juta Rakyatnya Terpapar Asap, Gubernur Riau Kumpulkan Pimpinan Media

Ahad, 22 September 2019 - 19:35:17 WIB

Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar mengundang seluruh pimpinan media di Provinsi Riau, Senin (23/9/2019) dalam pesan singkat yang disampaikan melalui media sosial.

Waspadai Timbulnya Kebakaran

F-16 Lanud Rsn Terus Pantau Karhutla

Jumat, 27 Oktober 2017 - 06:18:29 WIB

Sebagai bagian dari Satgas Karhutla provinsi Riau, Lanud Roesmin Nurjadin terus melakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan di provinsi Riau, salah satunya adalah dengan

Dinilai Lebih Berpihak pada Korporasi

KPA Sumut Minta RUU Pertanahan Ditunda

Ahad, 08 September 2019 - 22:55:54 WIB

KPA Wilayah Sumatera Utara (KPA Sumut) menilai bahwa Rancangan Undang Undang (RUU) Pertanahan akan mengancam dan merampas kedaulatan petani juga masyarakat adat.