Team Opsnal Reskrimum Polda Riau Ringkus Tiga Pejudi

Ternyata Ada Warnet di Pekanbaru Menjadi Sarang Judi Online

Selasa, 14 Januari 2020 - 19:43:19 WIB
Ternyata Ada Warnet di Pekanbaru Menjadi Sarang Judi Online Ekspos pengungkapan Judi Online di Warnet, oleh Direskrimum Polda Riau
Madaniy.Com - Team Reskrimum Polda Riau meringkus 3 orang yang diduga melakukan kegiatan judi Online di dalam warnet PCS Jalan Srikandi Kelurahan Delima Kecamatan Tampan dan Warnet AG jalan Hang tuah Kec Tenayan Raya Kota Pekanbaru. 
 
Sebagaimana dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto dalam konferensi pers bersama Dir Krimum Kombes Hady Poerwanto siang ini di TKP Warnet Alfa Gaming bahwa Team Reskrimum Polda Riau sudah beberapa waktu memantau kegiatan di warnet yang meresahkan masyarakat karena adanya dugaan perjudian Online.
 
“Kita menerima laporan (tentang perjudian Online) itu dari masyarakat. Kemudian Team Opsnal Krimum melakukan pendalaman dan akhirnya berhasil mengamankan tiga orang terlapor berinisial HS(28th) HE (38th) dan MM (26th) di warnet PCS dan warnet AG tersebut” ujar Sunarto
 
Sementara itu Direktur Kriminal Umum Kombes Hady menjelaskan bahwa pada hari senin tanggal 13 Januari 2020 sekitar pukul 21.30. Wib Team Opsnal Subdit 3 Dit Krimum mendapat kepastian adanya kegiatan Judi online di warnet PGC Jalan Srikandi Kelurahan Delima Kec. Tampan Kota dan di Warnet AG jalan Hang tuah Kec Tenayan Raya Kota Pekanbaru. 
 
Menanggapi laporan tersebut Dirreskrimum memerintahkan Kasubdit 3 Reskrimum Polda Riau AKBP John H Ginting untuk bertindak dengan membagi menjadi 2 tim Opsnal. Tim 1 langsung menuju warnet PGC yang bertempat di Jalan Srikandi, Delima Kec. Tampan Kota Pekanbaru. Dilokasi ditemukan terlapor HS yang diduga sedang bermain judi online dan di temukan bukti transfer ke ATM BCA Untuk melakukan deposit sebesar Rp. 50.000 sebanyak 2 kali. Terlapor HS bermain judi online dengan jenis slot. 
 
Sementara itu tim 2 menuju lokasi warnet AG di jalan Hang tuah Kec Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Di TKP ditemukan terlapor atas nama HE yang diduga bermain judi online dengan jenis slot. Terlapor lainnya an. MM diduga bermain judi online jenis Poker. Sementara itu BB yang diamankan adalah 5 Unit monitor LCD,  5 Unit CPU. 5 Unit Keyboard Computer dan 1 Unit UPS.
 
“Kini mereka semua sudah kami amankan untuk proses hukum” ujar Hady.
 
Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto menambahkan pesan bagi seluruh masyarakat terutama para orang tua untuk ikut mengawasi putra putrinya agar tidak terjerumus pada praktek perjudian online yang menggunakan sarana alpikasi seperti ini.
 
Sumber: Bid Humas Polda Riau

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Pelaku Tindak Asusila Ditangkap di Rumahnya

Kamis, 06 April 2017 - 01:24:55 WIB

Hanya selang empat hari setelah menerima laporan, jajaran PPA dan Buser Unit II Polres Kampar menangkap AD (34) tersangka pelaku tindak asusila.

Jangan Dirusak Persidangan dengan Alasan Apapun

Senin, 13 Februari 2017 - 09:34:33 WIB

Tidak sepatutnya seorang penasehat hukum menolak kesaksian siapapun dalam sebuah persidangan, dengan alasan apapun, sama halnya dengan merusak persidangan.

Janji Dinikahi, Satpam PT SS Tega Nodai Bunga

Selasa, 11 Juli 2017 - 09:22:27 WIB

Sebut saja Jum-jum (43) warga Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis terpaksa melaporkan Marce (24) ke Mako Polisi Sektor Pinggir, Senin (10/7/2017) dinihari.

Terkait Mayat Terapung, Polres Bengkalis Tetapkan Dua Tersangka

Rabu, 12 Desember 2018 - 15:55:13 WIB

"Keduanya telah dimintai keterangan sejak mereka menyerahkan diri, dan hasilnya penyidik menetapkan keduanya menjadi tersangka," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto.

Terduga Teroris di Bandung Diduga Calon Pengantin

Senin, 27 Februari 2017 - 12:55:06 WIB

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan menduga pelaku peledakan bom di Taman Pandawa sebagai calon pengantin atau pelaku bom bunuh diri.

Terkait Kasus Suap Pesawat

KPK Cegah Lima Nama ke Luar Negeri

Jumat, 20 Januari 2017 - 22:49:39 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah lima orang ke luar negeri untuk diperiksa dalam kasus suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia periode 2005-2014. Dua yang dic