KMP Bahtera Nusantara 01 Datang, BPTD IV Siapkan Operator Pelabuhan Matak

Selasa, 07 Januari 2020 - 09:36:24 WIB
KMP Bahtera Nusantara 01 Datang, BPTD IV Siapkan Operator Pelabuhan Matak KMP Bahtera Nusantara 01
Madaniy.Com - Menyusul beroperasinya KMP Bahtera Nusantara 01, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Provinsi Riau - Kepri (BPTD IV Riau-Kepri, red) siapkan perangkat untuk mengelola pengoperasian Pelabuhan Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
 
Disampaikan Kasi TSDP BPTD IV Rizkan Zaini, sampai saat ini pihaknya telah mempersiapkan sdm yang nantinya sebagai operator Pelabuhan Matak, sebagai perwakilan BPTD IV di wilayah kepulauan yang berbatas langsung dengan perairan internasional ini.
 
"Tugas yang diemban kawan-kawan sebagai operator di Pelabuhan Matak ini adalah yang pertama bagi BPTD IV, hal ini sangat terkait dengan kehadiran KMP Bahtera Nusantara 01 yang diluncurkan Dirjen Hubdat beberapa waktu lalu," kata Rizkan.
 
Kapal penyeberang ini dijadwalkan akan melayani penumpang dari dan menuju Tanjung Uban, Tambelan, Penagih, Matak dan Sentete(Kalbar) dengan jadwal dua mingguan, setiap rutenya.
 
Dikatakan Rizkan Zaini, adapun rute yang telah disiapkan pada tahap pertama ini sebagai berikut, di minggu pertama Tanjung Uban - Tambelan - Sentete - Penagih (PP) dan rute minggu kedua Tanjung Uban - Matak - Penagih (PP).
 
"Untuk sementara kami siapkan 9 personel termasuk satu Korsatpel Pelabuhan Matak, kami berharap kawan-kawan bisa mengoptimalkan kepercayaan pimpinan dengan memberikan pelayanan maksimal terhadap pengguna jasa angkutan penyeberangan dan dermaga," katanya berharap.*
 
 
Merapat di Tanjung Uban
KMP Bahtera Nusantara 01 yang dirancang untuk melayani penumpang penyeberangan antara pulau di Provinsi Kepri dan Kalimantan Barat, telah merapat di perairan Tanjung Uban, Tanjung Pinang.
 
Kepala BPTD IV Riau-Kepri yang diwakili Korsatpel Pelabuhan Penyeberangan Telaga Punggur, Fauzi mengatakan, bahwa kedatangan kapal milik Dirjen Perhubungan Darat tersebut disambut jajaran KPLP Tanjung Uban, GM ASDP Kepri, Dinshub Kepri, KSOP dan BPTD IV Riau Kepri, Minggu (5/1/2020).
 
"Kapalnya sangat luar biasa, sangat mewah, dan memang sangat cocok dengan kebutuhan para penumpang penyeberangan sesuai rute yang telah direncanakan," kata Fauzi usai meninjau langsung kondisi interior kapal.
 
Dikatakan Fauzi, pelayanan yang akan diberikan ABK kapal kepada para penumpang bakal sangat maksimal untuk perjalanan panjang, puluhan jam. "Kami yakin, para penumpang takkan bosan selama berada dalam perjalanan," katanya.
 
Sumber: Humas BPTD IV

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Status Masjid Raya Senapelan Turun Menjadi Struktur Budaya

Selasa, 06 Maret 2018 - 15:25:29 WIB

Karena hanya menyisakan 20 persen bangunan asli, akhirnya status cagar budaya Masjid Raya Senapelan diturunkan menjadi struktur budaya.

Upacara Peringatan HUT RI Ke-74 Di BPTD IV Berlangsung Khidmat

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 07:57:47 WIB

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Provinsi Riau - Provinsi Kepri (BPTD IV) berlangsung khidmat.

Bintal TNI Wujudkan Keluarga Prajurit yang Tangguh

Senin, 06 Maret 2017 - 16:59:26 WIB

Perwakilan prajurit dan keluarga dari Korem 031/Wirabima dan Lanud Roesmin Nurjadin mengikuti acara Ceramah Safari Bintal TNI di Gedung Serba Guna Lanud Roesmin Nurjadin yang diberikan oleh Kapusbint

Marsma TNI Age Berpamitan Pada Jajaran Personil Lanud Rsn

Kamis, 26 Juli 2018 - 09:52:12 WIB

Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Age Wiraksono secara resmi menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh jajarannya, Kamis (26/7/2018).

Ketua MPR-RI: Tanpa Ideologi Negara Akan Kacau

Kamis, 08 Agustus 2019 - 06:51:09 WIB

Tanpa ideologi kita semua akan tercerai berai dan negara akan kacau, ibarat hidup tanpa arah," kata Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang pada Seminar Narasi Kebangsaan, di kampus FKIP Universitas Riau, Rab

Balai Tesso Nilo Siapkan Desain Ekowisata di Hutan Tersisa

Senin, 27 Februari 2017 - 19:29:26 WIB

Balai Taman Nasional Tesso Nilo bakal mengembangkan ekowisata pada 23.000 hektare (ha) hutan alam yang tersisa di kawasan itu. Hal itu dilakukan sebagai upaya penyelamatan hutan konservasi dari marakn