Waspada..!!! Makanan tanpa Label Halal MUI Ditemukan di Toko Ritel

Selasa, 31 Januari 2017 - 20:04:11 WIB
Waspada..!!! Makanan tanpa Label Halal MUI Ditemukan di Toko Ritel

Madiun, Madaniy.Com - Petugas Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun menemukan sejumlah makanan kemasan yang tidak berlabel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Makanan-makanan itu ditemukan saat melakukan razia makanan dan minuman di sejumlah toko ritel di wilayah setempat.

"Makanan tidak berlabel halal MUI itu kami temukan saat razia di toko ritel di wilayah Jalan Raya Nglames Kabupaten Madiun," ujar Kepala Seksi Metrologi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun Suprijadi kepada wartawan, Selasa (31/1).

Menurut dia, makanan kemasan yang tidak memiliki label halal MUI tersebut antara lain, mi instan kemasan merek "Shin Ramyun", baik yang kemasan bungkus plastik maupun gelas. Selain itu, jajanan bermerek "Tao Kae Noi" dan "Big Sheet". Semuanya merupakan makanan kemasan produk impor.

"Selain itu, petugas juga menemukan ada makanan yang kemasannya rusak. Untuk yang rusak ini, kami minta agar tidak dipasang di etalase lagi, karena dapat merugikan konsumen," ucapnya.

Sementara, terkait makanan yang tidak memiliki label halal dari MUI, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebab, sesuai ketentuan undang-undang perlindungan konsumen, setiap produk makanan dan minuman harus mencantumkan label halal dari MUI.

"Kami akan berkoorinasi dengan MUI Kabupaten Madiun untuk menindaklanjuti temuan makanan yang tidak terdapat label halal ini," ujarnya.
Ia menambahkan, meski tidak berlabel halal MUI, namun pada sejumlah makanan kemasan impor tersebut telah mandapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagaimana tertera pada kemasannya.

Seperti diketahui, mi instan yang diduga impor dan tidak terdapat label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) banyak beredar di pasaran, termasuk di wilayah Kabupaten Madiun. Produk mi bermerek Shin Ramyun tersebut banyak ditemukan di sejumlah "minimarket" atau toko ritel di wilayah setempat dalam kemasan bungkus plastik dan gelas. Untuk bungkus plastik dijual dengan seharga Rp 9.900 dan gelas dengan harga Rp 12.900 per kemasan.

Karena belum ada label halal dari MUI, makanan tersebut sempat mengundang keresahan sejumlah warga hingga akhirnya Dinas Perdagangan setempat melakuakn razia. Hal itu ditakutkan ada kandungan bahan-bahan yang dilarang seperti unsur daging babi dalam mi instan tersebut.

Sumber : Antara
 


TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Hadapi Kenakalan Pangkalan Tanggung Jawab Disperindang

Kamis, 06 April 2017 - 16:50:23 WIB

Pengawasan terhadap perilaku pemilik pangkalan gas elpiji tabung 3kg, merupakan kewenangan Disperindag Kota Pekanbaru.

Respons Rencana Aksi Massa

Polisi Mimika Minta Warga Bijaksana Sikapi Masalah Freeport

Sabtu, 11 Februari 2017 - 21:00:12 WIB

Warga Papua berencana menggelar aksi massa dalam jumlah besar di Timika dan Kuala Kencana untuk menyikapi kebijakan pemerintah yang tidak lagi memperpanjang izin ekspor konsentrat PT Freeport Indonesi

Silahkan Ambil Untung, Tapi Jangan Sampai Timbulkan Dampak

Rabu, 10 Mei 2017 - 23:03:31 WIB

Direktur Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Riau Kombes Pol John Isir memberikan peringatan terakhir kepada pengusaha pangan di Riau.

Kenaikan Biaya Perpanjangan STNK Picu Inflasi di Jatim

Rabu, 01 Februari 2017 - 19:25:01 WIB

Selain biaya perpanjangan STNK dan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) yang memberikan kontribusi tertinggi adalah harga cabai rawit, pulsa ponsel, tarif listrik dan bensin,"

Gara-gara Kabut Asap, Ojek Online Keluhkan Orderan Sepi

Rabu, 11 September 2019 - 11:56:52 WIB

Safarudin berharap, Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi, bertindak cepat untuk mengatasi kabut asap yang kian lama melanda di Riau ini.

Persyaratan WAJIB Bagi Calon Penumpang Maskapai Lion Air Group Mulai Hari Ini

Senin, 01 Juni 2020 - 18:08:00 WIB

Proses dan persiapan perjalanan udara “wajib” bagi calon penumpang Lion Air Group selama masa waspada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sebagai berikut: