Tradisi Makan 'Bajambau' Suguhan Bagi Bikers Asean
Makan bajambau adalah tradisi budaya asli Kabupaten Kampar. Makan bersama ala adat istiadat Kampar ini biasanya diadakan pada saat kegiatan kemasyarakatan.
Pekanbaru, Madaniy.Com - Sebelum sampai di Candi Muara Takus,para biker Asean peserta Riau Bike Week 2017 bakal disuguhi Tradisi Makan 'Bajambau'.
"Pada rapat persiapan terakhir kami dengan Pemkab Kampar, mereka merencanakan akan menyuguhkan tradisi adat makan 'bajambau' kepada peserta," kata Rizky, Koordinator EO Riau Bike Week 2017.
Kepada Madaniy Rizky menjelaskan, bahwa tradisi ini merupakan salah bentuk penghormatan masyakarat Kampar kepada para peserta, sebelum mengunjungi Candi Muara Takus.
"Ibaratnya, permisi dulu kepada tuan rumah," ujarnya.
Makan bajambau adalah tradisi budaya asli Kabupaten Kampar. Makan bersama ala adat istiadat Kampar ini biasanya diadakan pada saat kegiatan kemasyarakatan.
Acara makan bersama penduduk Kampar itu dihidangkan secara “bajambau” yang artinya makan bersama dalam satu hidangan.
Jambau adalah peralatan tempat makanan siap santap yang lazim dikenal dengan sebutan dulang berkaki, atau talam. Satu Jambau biasanya disantap oleh lima orang.

Kalau hidangan bejambau menggunakan dulang kaki tigo, biasanya dhidangkan untuk penghulu-penghulu atau ninik mamak atau pejabat pemerintah.
Sedangkan tudung jambau berupa tudung saji yang bahannya berasal dari pelepah pohon pinang. Tudung Saji dihiasi dengan kain berwarna-warna plus manik-manik.
Diluar jambau ada nasi dalam wadah khas yang disebut combong lengkap dengan sendoknya, ada air dalam teko atau cerek plus gelas secukupnya.
Candi Muara Takus menjadi tempat pilihan bagi kunjungan penggemar motor besar dari negara-negara Asean pada Mei 2017 ini, karena sangat unik dan bersejarah.
Diperkirakan 1.000an bikers Philipina, Malaysia, Singapura, Brunai dan tuan rumah Indonesia, akan mengunjungi candi yang terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar ini dalam kegiatan Riau Bike Week 2017.
Even yang digelar Motor Besar Club (MBC) Pekanbaru dijadwalkan pada 13-14 Mei 2017, menurut rencana akan dipusatkan di jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru.
Sejumlah kegiatan telah disiapkan panitia untuk memeriahkan berkumpulnya para penggemar motor besar dari negara-negara Asean. Salah satunya mengunjungi Candi Muara Takus.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung Program Pemerintah Provinsi Riau untuk mendorong berkembangnya potensi pariwisata lokal sebagai alternatif pengembangan ekonomi Riau di masa mendatang.
Yuki Chandra




