Dinas Pariwisata Kampar Palak Peserta RBW 250ribu Perkepala
Candi Muara Takus salah satu objek wisata unggulan Pemerintah Provinsi Riau
Pekanbaru, Madaniy.Com - Penyelenggaraan Riau Bike Week (RBW) 2017 ternyata dimanfaatkan Dinas Pariwisata Kampar untuk mendapatkan pemasukan bagi daerah dan masyarakat.
Hal ini terungkap dalam rapat terakhir pantia pelaksana Riau Bike Week 2017, Kamis (20/4/2017) bertempat di Sekretariat panitia, di Pekanbaru.
"Panpel mendapatkan surat dari Dinas Pariwisata Kampar, untuk kegiatan Makan Bajambau, setiap peserta dikenai biaya Rp200 ribu perkepala. Dan seluruh peserta wajib berbelanja minimal Rp50 ribu di Objek Wisata Candi Muara Takus. Total setiap peserta harus mengeluarkan Rp250 ribu jika berkunjung ke Muara Takus," kata M Taqwa Ketua Motor Besar Club (MBC) Pekanbaru kepada Madaniy.
Dikatakan, sejak awal panitia pelaksana RBW 2017 tidak pernah minta difasilitasi Pemkab Kampar, hanya memberitahukan rencana kegiatan sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Riau.
"Akan sangat rugi kita jika peserta yang ditarget mencapai 1.000an bikers tersebut tidak diajak mengunjungi onjek wisata kita. Makanya kami pilih Candi Muara Takus di Kampar," jelas m Taqwa.
Makan Bajambau sendiri adalah penawaran dari Pemkab Kampar, agar peserta RBW singgah terlebih dahulu di Bangkinang untuk dijamu sesuai dengan adat dan tradisi Kampar.
"Tentu kami sangat merasa terhormat sekali ketika Pemkab Kampar bersedia menjamu para peserta, ternyata kami malah dimintai menanggung biaya," kata Taqwa tak bisa menutupi keheranannya.
Atas dasar pertimbangan hal tersebut, MBC Pekanbaru yang telah mengundurkan diri dari kegiatan RBW 2017 berfikir untuk mengeluarkan Candi Muara Takus dari salah satu agenda kunjungan mereka di masa mendatang.
"Daripada kami malu dengan kawan-kawan yang datang ke Riau, lebih baik Objek Candi Muara Takus kita coret saja ke depan. serasa diperas Pemkabnya sendiri kita,' kata Taqwa.
Yuki Chandra




