MENU TUTUP

Gubri Tegaskan ASN Pemprov Riau Wajib Berpakaian Melayu

Ahad, 19 Februari 2017 | 21:02:28 WIB
Gubri Tegaskan ASN Pemprov Riau Wajib Berpakaian Melayu Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman

Pekanbaru, Madaniy.Com - Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman kembali menegaskan soal kewajiban bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau untuk memakai pakaian melayu lengkap setiap hari Jum'at.

Hal ini kembali ditegaskan Gubri mengingat akhir-akhir ini banyak ASN yang seolah mengabaikan kewajiban ini. "Mari kita perlihatkan identitas kita sebagai orang Melayu, antara lain dengan memakai pakaian Melayu lengkap setiap Jum'at. Ini kan juga bagian dari upaya kita mewujudkan Visi Riau 2020. Kalau bukan kita siapa lagi. Kita harus bangga sebagai orang Melayu," tegas Gubri, Ahad (19/02/2017) di Pekanbaru.

Gubri juga berharap, kewajiban berpakaian Melayu satu hari dalam satu minggu juga diterapkan di seluruh kabupaten/kota se-Riau. Gubri sekaligus mengapresiasi sekolah-sekolah yang sudah mewajibkan siswa-siswinya untuk memakai pakaian Melayu. "Kita harus menanamkan sejak dini kepada anak-anak kita tentang nilai-nilai kemelayuan, termasuk bagaimana berpakaian Melayu karena kita tinggal di Negeri Melayu," ulasnya lagi.

Selain berpakaian Melayu, Gubri juga menghimbau agar para pejabat membiasakan diri berpantun saat menyampaikan pidato. Berpantun, ucap Gubri, adalah salah satu seni dalam budaya Melayu. Melalui pantun, biasanya ada pesan-pesan khusus yang disampaikan, tapi tidak menyinggung perasaan orang lain. "Pesannya sampai, orang ketawa. Itulah seninya," kata pria yang akrab disapa Andi Rachman itu.

Tidak hanya itu, dalam rangka mewujudkan Visi Riau 2020, dimana Riau sudah menyatakan tekad untuk menjadi pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara, Gubri juga berharap, khususnya kepada Dinas Kebudayaan Pemprov Riau agar segera melakukan upaya-upaya dimana ketika orang datang ke Riau, mereka langsung merasakan bahwa mereka sedang berada di tanah Melayu.

"Oleh karena itu nuansa-nuansa kemelayuan perlu diciptakan. Cita rasa Melayu itu harus terasa begitu orang menginjakkan kakinya di Riau ini. Ini tentu tugas utama Dinas Kebudayaan," terang Gubri.

Hal lain, Gubri juga berharap agar ke depan bisa ditemukan lebih banyak cendramata-cendramata khas Melayu di Riau. Seperti tanjak, miniatur Istana Siak, Candi Muara Takus dan lainnya. "Ini tentu perlu kreativitas. Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian harus mendorong masyarakat untuk menciptakan hal-hal seperti ini. Selain memperkenalkan budaya Melayu, ini tentu dapat mendorong dan meningkatkan ekonomi masyarakat," pungkas Gubri.(adv/hms)

Berita Terkini +

DPRD Riau Berwenang Tolak Ranperda RTRWP

Noviwaldy Tepis Adanya Pesanan Pengusaha

Perusahaan di Riau Harus Tiru Komitmen AP II

Lulusan Prodi PAI Harus Punya Kompetensi Unggul

Dinas Pariwisata Kampar Palak Peserta RBW 250ribu Perkepala

Raih Akreditasi A, Rektor Universitas Riau Bersyukur

Andi Rachman Serahkan Rp25 Juta untuk Mesjid Al Mukminin

Soal RTRW, Pemprov Harus Hargai Aspirasi Masyarakat

SD 151 Pekanbaru Kenalkan Anak Didik dengan Makanan Sehat

Titik Api Terdeteksi, Hawk Skadud 12 Patroli Udara Pantau Karhutla

TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terobosan SALUD Riau, Bikin Kemenhub RI Bergairah

2

56 Tahun Sudah, Perumus Naskah Sumpah Pemuda Itu Tinggalkan Kita

3

Siap Menyusul Riau, Relawan SALUD Kepri Segera Dibentuk

4

Mengambil Pelajaran Dari Perang Uhud

5

Tiga Prajurit TNI AU Berprestasi Terima Penghargaan dari Danlanud Rsn

6

Apa Sebab Hati Seseorang Susah Menerima Kebenaran?

7

Ingin Selfie Depan Pesawat Tempur? Kunjungi Pameran Alutsista di Lanud Rsn!

8

Mencela Pemimpin, Ciri Khas Kelompok Khawarij

9

29 September, Kirab Bendera Akan Singgah di Pekanbaru Selama Dua Jam

10

Kisah Muadz Ditegur Rasulullah Karena Menuduh Orang Lain Munafik