MENU TUTUP

Karyawan Freeport Diminta Tunggu Keputusan Pemerintah

Sabtu, 18 Februari 2017 | 12:13:57 WIB
Karyawan Freeport Diminta Tunggu Keputusan Pemerintah Ratusan karyawan TP Freeport Indonesia berdemonstrasi di kantor Bupati Timika.

Timika, Madaniy.Com - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpaw meminta karyawan PT Freeport Indonesia dan berbagai perusahaan privatisasi serta kontraktornya agar menunggu keputusan pemerintah terkait masa depan operasi perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu. "Kita semua menunggu saja, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk perusahaan ini, karyawan dan juga pemerintah daerah di Mimika," kata Paulus di Timika, Sabtu (18/2).

Kapolda Papua mengaku sudah lama mengikuti perkembangan situasi dan kondisi PT Freeport terutama sejak lahirnya UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba). UU Minerba tersebut, katanya, mengamanatkan banyak hal. Salah satunya PT Freeport selaku perusahaan pertambangan mineral diwajibkan membangun industri pemurnian konsentrat (smelter) di dalam negeri.

Selama ini, PT Freeport menggantungkan pendapatannya dari ekspor konsentrat (sekitar 60 persen dari produksi konsentrat yang dihasilkan Freeport) ke luar negeri. "Kami ikuti betul bagaimana negosiasi awal sejak aturan ini diterbitkan.

Pemerintah sebetulnya cukup bijaksana karena memberikan ruang waktu kepada perusahaan agar mengambil langkah-langkah cepat seketika itu. Ini sekarang menjadi problem yang kita semua hadapi dan kita mencari solusinya secara bersama-sama," kata Paulus yang pernah menjabat Kapolres Mimika periode 2003-2005 itu.

Kapolda Papua mengaku telah melaporkan situasi dan kondisi yang terjadi di PT Freeport kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. "Saya sudah laporkan hal ini ke Kapolri. Beliau sudah menjawab serta membahas masalah ini dengan Pak Richard Adkersson (CEO Freeport McMoRan) dan juga sudah tentu dengan Bapak Presiden (Presiden Joko Widodo)," jelasnya.

Paulus meyakini aspirasi karyawan PT Freeport yang telah disampaikan ke Bupati Mimika Eltinus Omaleng pada saat aksi unjuk rasa damai di Kantor Bupati Mimika, Jumat (17/2), akan diteruskan secara berjenjang ke Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura serta ke Pemerintah Pusat di Jakarta. Sementara itu untuk memperkuat pengamanan di area pertambangan PT Freeport Indonesia mulai dari Tembagapura hingga Pelabuhan Portsite Amamapare Mimika, Polri telah mendatangkan pasukan tambahan Brimob sekitar 200 personel dari Polda Kalimantan Barat dan Polda Bali.

Ratusan anggota Brimob itu tiba di Timika pada Kamis (16/2). Kehadiran ratusan anggota Brimob dari dua Polda tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gejolak akibat terhentinya produksi tambang PT Freeport sejak 10 Februari 2017.

Sumber: Antara

Berita Terkini +

PGN Terus Ekspansi Tingkatkan Distribusi Gas Bumi

Berkah Energi Pertamina Ramaikan CFD Pekanbaru

RRL Ternyata Perusahaan Bermasalah

Saatnya Perusahaan dari Jakarta Miliki NPWP Daerah

Dua Penghargaan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Bagi RAPP

20 Perusahaan di Riau Masuk Peringkat Merah

Waspada..!!! Makanan tanpa Label Halal MUI Ditemukan di Toko Ritel

Hadapi Kenakalan Pangkalan Tanggung Jawab Disperindang

Pasar Ffinansial Global Terimbas Kebijakan Trump

LPG 3Kg Langka di Pangkalan, Pertamina Investigasi Laporan

TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

BPTD Wilayah IV Laksanakan Sertijab Pejabat Baru Untuk Penyegaran Organisasi

2

14 Korda se-Riau Siap Gelar Piala Gubernur Menuju Piala Menpora 2019

3
Menuju Putaran Nasional Piala Menpora U-16

Maret 2019, Penyisihan Piala Gubernur Riau Digelar serentak di 14 Wilayah

4

Danlanud Rsn Sambut Kedatangan Menko Kemaritiman di VIP Lancang Kuning

5

Dalam Dua Minggu Perkara Perubahan Dimensi Kendaraan Bakal Disidangkan

6

Pelanggar UU Nomor 22/2009 Terjerat Ancaman Pidana di Riau, Pertama di Indonesia

7

Ternyata Body Pesawat F-16 Dicuci Disetiap Penghujung Tahun, Ini Ceritanya

8

Ribuan Suporter PSPS Rayakan 17 Tahun Asykar Theking

9

Rindu Liga 1, PSPS Harus Segera Berbenah

10

Danlanud Rsn: Kami Sangat Senang Dikunjungi Oleh Bupati Siak