Pangkalan Tidak Menjual Sesuai Peruntukan
LPG 3Kg Langka di Pangkalan, Pertamina Investigasi Laporan
Ilustrasi
Pekanbaru, Madaniy.Com - Tiga hari sudah konsumen elpiji tabung 3kg, kesulitan mendapatkan gas di sejumlah pangkalan yang ada di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Menanggapi kondisi tersebut, Sales Marketing Elpiji Pertamina Wilayah Riau, Mahfud mengatakan timnya akan segera melakukan pengecekan di lapangan.
"Kami akan segera investigasi lapangan, jika terbukti ada pangkalan yang nakal, akan diberikan punishment," tegas Mahfud.
Sejauh ini distribusi elpiji tabung 3kg, menurut Mahfud berjalan normal dan lancar. Jika terjadi kekosongan,besar kemungkinan hanya masalah waktu saja.
"Sejauh ini distribusi normal dan lancar, dan memang ada waktu bagi pengiriman,agar distribusi merata ke seluruh wilayah," jelas Mahfud.
Ditambahkan Mahfud, dalam beberapa bulan terakhir, Pertamina telah melakukan operasi pasar, sebanyak 40ribu tabung gas disebar kepada konsumen.
Ambil Untung
Dari pantauan Madaniy di sejumlah titik pangkalan gas 3kg, seluruh pemilik pangkalan mengatakan gas kosong. Dengan rentang masa antara dua sampai tiga hari.
"Tak mungkinlah distribusi bermasalah, karena semua sudah terjadwal dengan teratur, sesuai dengan kebutuhan di pangkalan setempat," ujar Mahfud.
Salah satu pangkalan di Jalan Wonosari, Kelurahan Tangkerang Tengah, seorang pemilik pangkalan terlihat melayani seorang pembeli. namun ketika Madaniy bertanya, pemilik pangkalan mengatakan gas sudah habis.
"Gas habis," jawabnya singkat, tanpa menoleh sama sekali.
Namun, dari warga setempat diperoleh informasi jika pangkalan tersebut sering menjual gas ke warga di luar wilayah operasinya, dengan alasan bisa untung hingga Rp2.000,- pertabung.
"Kalau dijual kepada warga, mereka harus jual dengan normal Rp18ribu, tapi jika dengan bukan warga setempat mereka bisa jual Rp20ribu pertabungnya. Kan mereka untung," kata sumber Madaniy.
Wajar jika kemudian jumlah tabung yang telah disesuaikan berdasarkan kebutuhan rumah tangga di wilayah penjualan pangkalan, tidak mencukupi lagi karena pemilik pangkalan sudah menjualnya ke warga diluar wilayahnya.
Yuki Chandra




