Gunakan Jasa Angkutan ODOL, Pelanggaran Atas Surat Edaran Menhub 21/2019

Rabu, 13 November 2019 - 07:02:09 WIB
Gunakan Jasa Angkutan ODOL, Pelanggaran Atas Surat Edaran Menhub 21/2019 Direjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi
Madaniy.Com - Seluruh Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan badan usaha, maupun pemilik barang untuk tidak lagi bekerja sama dengan truk angkutan yang masuk kategori Over Dimensi dan Over Loading (ODOL).
 
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, menyusul terbitnya Surat Edaran Nomor SE 21 Tahun 2019 Tentang Pengawasan Terhadap Mobil Barang Atas Pelanggaran Muatan Lebih (Over Loading) dan/atau Pelanggaran Ukuran Lebih (Over Dimension). 
 
Dalam surat edaran yang telah ditetapkan pada 11 Oktober 2019 lalu oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ini, dijelaskan bahwa pengawasan akan dilakukan terhadap mobil barang. 
 
Dijelaskan Budi Setiyadi, "Sama dengan apa yang saya tegaskan bahwa kami dari Ditjen Hubdat serius untuk memberantas ODOL (Over Dimension Over Loading), maka pengawasan terhadap pelanggaran muatan lebih dan/atau pelanggaran ukuran lebih akan dilakukan dengan penerbitan rancang bangun kendaraan bermotor dan penindakan mobil barang yang melakukan muatan lebih dan/atau ukuran lebih," kata Dirjen Budi beberapa waktu lalu.
 
Dirjen Budi menjelaskan bahwa pihaknya nanti akan melakukan pengawasan dengan cara mengawal penerbitan Surat Keputusan Rancang Bangun (SKRB), penimbangan mobil barang, Norma Standar Prosedur Kriteria uji tipe dan uji kendaraan. 
 
"Selain itu kami dari Ditjen Hubdat akan mengawasi dan melaksanakan penegakan hukum secara tegas terhadap pelanggaran muatan lebih dan/atau ukuran lebih. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Korlantas Polri maupun Badan Reserse Kriminal, Ditjen Bina Marga, Badan Pengatur Jalan Tol, Dinas Perhubungan Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Saya juga akan koordinasi dengan Badan Usaha Jalan Tol untuk pengawasan dan penindakan pelanggaran," demikian diuraikan Dirjen Budi.
 
Dalam SE 21 Tahun 2019 juga dijabarkan bahwa perusahaan agen pemegang merek kendaraan bermotor dilarang untuk memproduksi, memasarkan, dan mengimpor mobil barang yang dapat menimbulkan pelanggaran muatan lebih dan/atau pelanggaran ukuran lebih. 
 
"Di Surat Edaran tersebut juga ditulis kalau perusahaan karoseri dan/atau penjual kendaraan bermotor _(dealer)_dilarang memproduksi, merakit, dan melayani pembelian kendaraan mobil barang yang dapat menimbulkan pelanggaran. Saya juga minta untuk seluruh Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan badan usaha, maupun pemilik barang untuk tidak lagi bekerja sama dengan truk yang ODOL," urai Dirjen Budi.
 
Ia juga menjelaskan kalau memang ada perusahaan angkutan umum yang kendaraannya ODOL, maka diimbau untuk segera melakukan normalisasi kendaraan. 
 
Di sisi lain, bantuan dari Dinas Perhubungan Provinsi maupun kabupaten/kota amat dibutuhkan untuk pengawasan dan penindakan tegas. 
 
"Jadi untuk pengujian terhadap dimensi mobil barang harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jadi sesuai SE ini juga kami harap agar Dishub tidak meluluskan pengujian terhadap mobil barang yang melakukan pelanggaran ukuran lebih," tegas Dirjen Budi.
 
Terbitnya SE ini tak lain guna menjaga infrastruktur jalan dari kerusakan serta mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan korban fatalitas akibat kecelakaan tersebut.
 
Sumber: Humas Hubdat
 

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat

Hubungan Indonesia - AS akan Semakin Baik

Ahad, 22 Januari 2017 - 20:52:31 WIB

Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada Donald Trump atas pelantikannya sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat.

Syamsuar, Gubernur Pertama Yang Peduli Dengan Normalisasi Kendaraan di Daerahnya

Ahad, 03 November 2019 - 08:25:27 WIB

Meski kehadiran Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar diwakili Penjabat Sekretaris Daerah H. Ahmadsyah Harrofie, namun Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi memuji komitmen Pemerintah Provinsi Ri

Di Pekanbaru, Pangdam I Bukit Barisan Akan Berpamitan

Selasa, 28 Februari 2017 - 06:26:46 WIB

Momentum serah terima jabatan Komandan Korem 031 Wirabima, di Pekanbaru bakal menjadi pelaksanaan tugas yang terakhir bagi Pangdam I Bukit Barisan di Bumi Lancang Kuning.

Danrem 031/WB: TNI dan Polri Harus Saling Mengisi!

Rabu, 07 Maret 2018 - 09:29:20 WIB

TNI dan Polri haruslah saling mengisi, saling bahu membahu dalam melaksanakan tugas di lapangam." kata Danrem 031 Wirabima.

Sikap Angkuh dan Arogan Manajemen PTPN V Menjadi Sorotan Parlemen

DPR: Perusahaan Jangan Sengsarakan Warga Sekitarnya

Kamis, 04 Juni 2020 - 18:31:00 WIB

Jangan sampai kehadiran perusahaan justru menyengsarakan warga sekitarnya," kata anggota Komisi IX DPR RI Mochamad Nabil Haroen, Kamis (04/06/2020) di Jakarta.

Selama Natal dan Tahun Baru 2020, Jajaran BPTD IV Riau-Kepri Dilarang Cuti

Sabtu, 21 Desember 2019 - 07:16:29 WIB

Mengantisipasi lonjakan penumpang dan arus lalu lintas selama periode Angkutan Natal 2029 dan Tahun Baru 2020, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Provinsi Riau - Provinsi Kepri (BPTD IV Ri