Jamin Pasokan Energi, Kapal Pertamina Tembus Pekatnya Kabut Asap

Selasa, 24 September 2019 - 11:13:07 WIB
Jamin Pasokan Energi, Kapal Pertamina Tembus Pekatnya Kabut Asap Salah satu Kapal milik Pertamina terngah menyusuri pekatnya kabut asap di Sungai Siak, Riau, Senin (23/9/2019) jam 07.00 WIB, perairan Dusun Pusaka.
Madaniy.Com – Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru pada Senin (23/09), menembus angka 500. Kondisi yang dikategorikan berbahaya ini, telah melanda Pekanbaru sejak beberapa hari terakhir.
 
Di tengah asap yang memadati, pekerja Pertamina berjuang menjaga kelancaran pasokan BBM dan elpiji. Serbuan asap membuat jarak pandang hanya 300 sampai 500 meter. Paparan asap berpotensi sebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
 
Sahrizal, awak mobil tangki (AMT) dari TBBM Sei Siak mengisahkan imbas asap pada pengiriman BBM. "Saya biasa nyetir dua rit, sekitar 270 km ke SPBU di Rengat. Karena asap, jarak pandang terbatas. Jadi saya ekstra hati-hati, nyalakan lampu meski siang hari. Juga mengurangi kecepatan mobil tangki, dibawah rata-rata normal," ujarnya.
 
Selama Riau diliputi asap, mobilitas masyarakat menurun. Sekolah yang diliburkan dan ancaman kesehatan, menyebabkan warga mengurangi berkendara. Walhasil, konsumsi BBM menurun 10 hingga 15 persen.
 
Untuk elpiji, penerimaan pasokan melalui kapal di jetty VI kilang Dumai dan jetty supply point Patradok Dumai berjalan sesuai jadwal. Namun demi keselamatan, proses lepas dan sandar dilakukan pada siang hari.
 
 
Pengiriman elpiji ke 13 SPPBE di wilayah Riau yang menggunakan mobil tangki skid tank, terdampak terbatasnya jarak pandang. Akibatnya, kecepatan skid tank pun harus  diturunkan dari rata-rata. Kondisi ini diantisipasi dengan pengiriman lebih dari satu ritase di beberapa SPPBE.
 
Adapun selama bulan September, rata-rata penyaluran elpiji 3 kg di Riau sekitar 141 ribu tabung per hari. Jumlah ini meningkat dibanding rata-rata penyaluran pada Agustus sebanyak 117 ribu tabung per hari. Pantauan di lapangan menunjukkan pasokan elpiji mencukupi kebutuhan masyarakat.
 
 
"Kami membekali pekerja Pertamina di Terminal BBM (TBBM) maupun depot elpiji dengan masker standar N95. Untuk menjaga stamina, diberikan makanan tambahan berupa vitamin. Kami juga sediakan air purifier di ruangan kantor dan oksigen bagi yang membutuhkan," tutur Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I.
 
Sebagian keluarga pekerja, juga sudah dievakuasi. Mereka dipindahkan sementara ke Padang, Medan maupun Jakarta.
 
"Walau asap menimbulkan kendala dalam operasional, namun tidak mengganggu kelancaran pasokan. BBM, elpiji dan avtur tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," tutup Roby.***
 
Sumber: Pertamina MOR I

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Pertamina Luncurkan "Bright Gas" 5,5 kg di Riau

Jumat, 10 Februari 2017 - 20:08:01 WIB

Pertamina secara resmi meluncurkan varian produk baru "Bright Gas" ukuran 5,5 kg di Provinsi Riau. Produk ini merupakan inovasi terbaru dengan keunggulan lebih di sisi keamanan, dan kemasan yang lebih

Indogreen Environment and Forestry Expo 2017,

Masih Banyak Kekayaan Alam Hutan Indonesia Belum Termanfaatkan

Jumat, 14 April 2017 - 17:57:11 WIB

Kebangkitan Sektor Kehutanan dan Pelestarian Lingkungan, menjadi tema utama Indogreen Environment and Forestry Expo tahun 2017 kali ini.

Dirut Pertamina Resmi Dicopot, Posisi Wadirut Dihilangkan

Jumat, 03 Februari 2017 - 14:29:48 WIB

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina Persero resmi mencopot Direktur Utama (Dirut) Dwi Sutjipto dan Wakil Dirut Ahmad Bambang, Jumat (3/2). Dalam rapat itu juga menunjuk Yenny Ha

Terancam Dikriminalisasi AMB Tolak Kehadiran RRL

Senin, 30 Januari 2017 - 19:18:54 WIB

“Kehadiran PT RRL mempengaruhi psikologi masyarakat, kami menjadi tidak tenang saat berkebun, karena kebunlah satu-satunya sumber penghidupan kami,”kata Tarmizi, 45 tahun warga Desa Bantan Timur

Targetkan Menjadi Pusat Pembenihan Bersertifikasi di Riau

Berburu Indukan Koi Hingga ke Bulakan Mungo

Kamis, 23 Mei 2019 - 21:16:35 WIB

"Kita tak ingin hanya sekedar menjadi tempat pembenihan, harus ada standarisasi yang kita miliki agar kualitas benih yang diproduksi bisa dipertanggungjawabkan," kata S. Ajie Panatagama Pembina Kopera

RRL Ternyata Perusahaan Bermasalah

Senin, 30 Januari 2017 - 20:07:06 WIB

Pada 2016 Jikalahari telah melaporkan PT RRL kepada Polda Riau dugaan melakukan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup.