Riau Rangking 3 Destinasi Wisata Halal Versi Muslim Travel Indeks

Sabtu, 13 April 2019 - 16:02:11 WIB
Riau Rangking 3 Destinasi Wisata Halal Versi Muslim Travel Indeks Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Selasa (9/4/2019), di Hotel Bidakara, menyerahkan piala dan piagam kepada masing daerah. Untuk Riau piala dan piagam tersebut diterima Gubernur Riau, Syamsuar.
Madaniy.Com - Provinsi Riau meraih rangking ketiga destinasi wisata halal di Indonesia versi  Muslim Travel Indeks (MTI). Sedangkan rangking pertama diraih NTB dan rangking berikutnya Aceh.
 
Atas prestasi tersebut, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Selasa (9/4/2019), di Hotel Bidakara, menyerahkan piala dan piagam kepada masing daerah. Untuk Riau piala dan piagam tersebut diterima Gubernur Riau, Syamsuar.
 
Ketua tim percepatan perkembangan pariwisata halal Anang Sutono dalam sambutannya mengatakan, penilaian rangking ini adalah rangkaian dari kegiatan Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting an Conference Kementerian Pariwisata RI.
 
"Adanya penilaian destinasi wisata halal ini untuk memberi semangat pada  pengembangan pariwisata halal di Indonesia," ungkap Anang.
 
Anang juga mengatakan bahwa semangat Provinsi Riau dalam pengembangan wisata halal ini sangat luar biasa. Tahun 2018 lalu Riau berada pada rangking tujuh , sekarang berada pada rangking tiga.
 
"Semangat Riau juga terlihat pada pemimpinnya yang lengkap datang pada kegiatan ini. Selamat kepada Gubernur Riau, Pak Syamsuar," kata Anang.
 
Sementara itu Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengharapkan sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar pertama di Indonesia. Apalagi pariwisata adalah industri paling mudah untuk percepatan dan menciptakan lapangan kerja.
 
"Di Bogor PAD terbesarnya berasal dari sektor pariwisata. Bahkan di sejumlah daerah di Indonesia ini perekonomiannya meningkat karena pendapatan dari sektor pariwisata," ucap Arief.
 
Duduk di peringkat ketiga destinasi wisata halal membuat Gubernur Riau Syamsuar bersemangat. Ia mengatakan, prestasi ini merupakan upaya keras dari berbagai elemen masyarakat. 
 
"Riau optimis kunjungan wisatawan mancanegara juga meningkat. Efeknya jelas pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Riau," imbuh Syamsuar.
 
Gubernur Riau Drs. Syamsuar menanda-tangani pengembangan Pariwisata Halal disaksikan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adriyani
 
Riau Teken MoU Pariwisata Halal
Untuk mengembangkan sektor pariwisata halal, Gubernur Riau Syamsuar meneken Memorandum of Understanding (MoU). Hal ini dilakukan agar dapat mewujudkan Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia. Bertujuan sebagai landasan dalam pengembangan Pariwisata Halal di Provinsi Riau.
 
Syamsuar meneken MoU dengan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani. MoU ini menjadikan Riau sebagai destinasi prioritas wisata halal di Indonesia.
 
Penandatanganan MoU disaksikan langsung Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya, Selasa (9/4) di Hotel Bidakara, Jakarta. Selain Riau, 11 kota di Indonesia ikut juga menandatangani destinasi prioritas pariwisata halal.
 
Syamsuar berharap, setelah MoU ini ditandatangani semakin menambah angka kunjungan wisatawan manca negara ke Provinsi Riau. Ini  tentunya hal ini berimbas pada peningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD).
 
Wisata halal, papar Syamsuar, adalah pelayanan ramah muslim. Wisata halal ini mengacu pada Global Muslim Travel Indeks yang berstandar dunia.
 
"Alhamdulillah. Insya Allah setelah adanya wisata halal di Riau pelancong muslim bahkan non muslim tidak ada lagi masalah dengan pelayanan yang kita berikan," ungkap Syamsuar.
 
Peraturan Pariwisata Halal
Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar menerbitkan Peraturan Gubernur tentang Pariwisata Halal. Tujuan penerbitan aturan ini adalah untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pelayanan kepada wisatawan agar menikmati kunjungan wisata yang halal di Riau.
 
Pemerintah saat ini sudah menetapkan Riau sebagai destinasi pariwisata halal. Saya sudah menadatangani Peraturan Gubernur yang berkaitan dengan pariwisata halal,” kata Syamsuar. 
 
Penetapan aturan pariwisata halal tersebut dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 18 tahun 2019 yang ditandatangani oleh Gubernur Riau Syamsuar pada 5 April 2019. 
 
Pergub Pariwisata Halal ini sebagai pedoman bagi pengelola pariwisata dalam memberikan pelayanan Pariwisata Halal kepada wisatawan. Ruang lingkupnya adalah, destinasi halal, pemasaran, Industri Pariwisata, kelembagaan, pembinaan dan pengawasan serta pembiayaan.
 
Dalam Pergub ini juga disebutkan fasilitas umum guna mendukung kenyamanan aktivitas kepariwisataan halal. Cakupannya  adalah tempat dan perlengkapan ibadah wisatawan muslim dan fasilitas bersuci yang memenuhi standar syariah.
 
Dalam aturan itu juga dijelaskan, Industri pariwisata berpatokan pada prinsip-prinsip syariah sebagaimana yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Mulai dari akomodasi, biro perjalanan, hingga retoran dan Spa.
 
Dalam melaksanakan pengawasan Pariwisata Halal dilakukan oleh Pemerintah daerah melalui Dinas terkait yang melibatkan DSN-MUI, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Badan Promosi Pariwisata Daerahdan berbagai stakeholder terkait lainnya. Hasil dari pembinaan dan pengawasan dilaporkan kepada Gubernur.
 
Berdasarkan data Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, target pertumbuhan pariwisata halal Indonesia sebesar 4 persen sejalan dengan tumbuhnya halal tourism dunia yang signifikan. 
Diproyeksikan besarnya pengeluaran wisatawan halal tourism mencapai US$ 24 miliar pada tahun 2023 atau tumbuh diatas 7,6 persen.  Sementara pada 2017 jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia mencapai US$ 117 miliar.
 
Kedai makanan dan minuman ramah Muslim bersertfikasi Halal MUI di Pekanbaru, Riau
 
Tanggapan Pelaku Usaha 
Rencana Gubernur Riau, Syamsuar untuk  mengembangkan pariwisata halal di Provinsi Riau didukung banyak pihak. Termasuk sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah khususnya di sektor bisnis kuliner di Kota Pekanbaru.
 
“Kami mendukung program Pak Gubernur Riau untuk pariwisata lokal dan mancanegara yang sifatnya halal. Program ini sudah kami lakukan sejak lama, ketika sudah mendapat sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Islam) Riau,” kata pengelola Kedai Yong Bengkalis, Wan Helya Rosa, di Pekanbaru, Selasa (9/4). 
 
Wan Helya mengaku sudah mengurus seluruh sertifikat halal di Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Kosmetika (LPPOM) MUI di empat usaha kulinernya di Kota Pekanbaru. Ia berharap Pemprov Riau bisa memberikan insentif dan membantu mempromosikan pelaku usaha yang sudah mengantongi sertifikat halal.
 
“Empat usaha makanan itu di daerah Parit Indah, Jl. Mangga, Gobah dan katering semua sudah dapat sertifikat halal MUI. Saya berharap dengan pengembangan pariwisata halal di Riau, usaha saya bisa lebih banyak dikunjungi wisatawan. Karena sudah terjamin layanannya.  Semoga kami ikut dipromosikan oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.***
 
Sumber: Humas Dispar Riau

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Ditantang Wujudkan Anak Riau Sadar Lalu Lintas

Pengurus SALUD Segera Berkoordinasi dengan Kepala BPTD IV

Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:30:05 WIB

Mendukung Program Provinsi Riau sebagai Provinsi Layak Anak, Relawan SALUD Riau bersama BPTD IV siap wujudkan Anak Riau Sadar Lalu Lintas melalui kampanye keselamatan lalu lintas.

Dr. Elfis: Tata Lahan dan Kebun Agar Tidak Merubah Fungsi Hutan

Senin, 07 Oktober 2019 - 13:53:13 WIB

"Jadi kembali lagi ke penegakan hukum. Kalau terjadi di perusahaan legal pasti ada yang menyuruh. Mungkin tidak sampai ke level Direktur, tetapi sampai ke Manager," ujarnya.

Dua Tahun Tersandera Permen, 12 Ribu Keluarga Nelayan Terlantar

Kamis, 09 Februari 2017 - 22:37:28 WIB

Larangan penggunaan alat penangkapan ikan tersebut, berimbas pada perekonomian masyarakat nelayan di pesisir pantai Sumatera Barat yang hanya mengharapkan sumber perekonomiannya dari laut.

Rektor UIR Shalat Gaib Bersama Ribuan Mahasiswa di Masjid Al Munawwarah

Jumat, 05 Oktober 2018 - 14:46:20 WIB

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, Rektor Universitas Islam Riau Prof. Syafrinaldi, melaksanakan shalat ghaib bersama ribu

Sengsarakan Rakyat Bengkalis 13 Perusahaan Teridentifikasi

Ahad, 19 Februari 2017 - 20:43:31 WIB

Pansus Monitoring Lahan DPRD Bengkalis mengindentifikasi sebanyak 13 perusahaan yang bergerak di bidang hutan tanaman industri (HTI) dan perkebunan sawit telah menyengsarakan rakyat Bengkalis.

Tim Saber Pungli Kota Pekanbaru Dibentuk

Rabu, 18 Januari 2017 - 20:01:20 WIB

Plt Walikota Pekanbaru Edwar Sanger, SH, M.Si memimpin rapat pembentukan tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber pungli), Rabu (18/1). Turut hadir dalam rapat itu seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemeri