MENU TUTUP

Prospek Penerbitan Sukuk di Indonesia Besar

Senin, 27 Februari 2017 | 20:32:04 WIB
Prospek Penerbitan Sukuk di Indonesia Besar salah satu Sukuk yang ditawarkan di Indonesia

Jakarta, Madaniy.Com - Pemerintah telah membuka penawaran sukuk ritel SR 009, Senin (27/2). Prospek penerbitan sukuk di Indonesia dinilai besar karena masih banyaknya proyek infrastuktur yang harus dibiayai pemerintah.

Kepala Subdirektorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara dan Evaluasi Kinerja, Direktorat Pembiayaan Syariah DJPPR, Kementerian Keuangan, Dwi Irianti Hadiningdyah menjelaskan, pasar sukuk Indonesia saat ini merupakan yang terbesar di dunia.

Indonesia telah menerbitkan sukuk sebesar 10,5 miliar dolar AS di pasar internasional, terbesar pertama di dunia yang disusul kawasan Timur Tengah di urutan nomor dua, sedangkan Malaysia pada urutan nomor tiga.

"Prospek sukuk Indonesia lebih besar dari Malaysia dan Timur Tengah. Di Malaysia, proyek yang dibiayai sukuk sudah habis. Sedangkan proyek Indonesia masih besar," ujar Dwi Irianti di Jakarta, Senin (27/2).

Dwi menuturkan, adanya penerbitan sukuk sebagai salah satu sumber pembiayaan proyek-proyek di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menjadikan ekonomi Indonesia berkelanjutan. Hal itu terbukti pada saat krisis ekonomi global yang disebabkan oleh subprime mortgage di AS, saat itu ekonomi Indonesia lebih stabil menghadapi krisis karena telah menerbitkan sukuk dan SUN. Hal ini berbeda dengan saat krisis keuangan 1997-1998 yang pada saat itu pemerintah hanya bergantung pada utang luar negeri (ULN).

Dengan menerbitkan sukuk, pemerintah memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang akan mengerjakan proyek. Berbeda dengan melalui ULN, akan terjadi intervensi asing terhadap ekonomi Indonesia. "Jadi pemerintah bisa menciptakan lapangan kerja untuk negeri sendiri. Menjadi mandiri karena tidak ada yang intervensi karena term condition dari pemerintah," ujar Dwi.

Untuk sukuk ritel SR 009 yang baru dibuka penawaran Senin ini, memiliki tenor tiga tahun, dengan nilai minimum Rp 5 juta dan maksimum Rp 5 miliar. Adapun imbalan hasil yang ditawarkan 6,9 persen (fixed) yang dibayarkan pada tanggal 10 setiap bulannya.

Keuntungan lainnya, pajak yang dikenakan yakni sebesar 15 persen, lebih rendah dibandingkan deposito dengan pajak yang sebesar 20 persen. Sukri SR 009 ini diyakini akan laris manis dan dengan target indikatif sekitar Rp 19 triliun yang akan digunakan untuk general financing.

Sejak diterbitkan 2008 sampai 24 Februari 2017 jumlah penerbitan sukuk mencapai Rp 592,21 triliun. Dengan outstanding (yang belum jatuh tempo) sebesar Rp 433,77 triliun. "Ini menunjukkan sukuk semakin diminati investor dalam dan luar negeri," kata Dwi.

Sumber: Republika

Berita Terkini +

Pemerintah Kembali Kaji Gabung TPP

Ibu-ibu di Riau Mulai beralih Gunakan Bright Gas

Masih Banyak Kekayaan Alam Hutan Indonesia Belum Termanfaatkan

Pergantian Dirut Pertamina tak Ganggu Kinerja Perusahaan

Aturan Kantong Plastik Berbayar Segera Terbit

Kunci Bagi Kemajuan Koperasi Syariah 212

Kurang Ajar, Freeport Ancam Pemerintah akan PHK 30 Ribu Karyawan Indonesia

Pemerintah sedang Mengkaji Kebijakan Industri Impor Gas

RAPP Kembali Mendapat Penghargaan Pelaksana CSR Terbaik

KNPI Riau: Tindakan Pemerintah Sudah Tepat

TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Peraih Adhi Makayasa 1992 Itu, Gantikan Marsma TNI Age Wiraksono

2

Marsma TNI Age Berpamitan Pada Jajaran Personil Lanud Rsn

3

Demi Partai, Andi Rachman Ikhlas Lepas Jabatan Gubernur

4

Dipastikan Maju di Dapil Riau 1, Supirman Pilih Nomor Urut 7

5

Ini Pengakuan Firdaus MT Tentang Guru Politiknya

6

Ternyata Masyarakat Riau Rindukan Pemimpin Sekaliber Rusli Zainal

7

Pertama di Indonesia! Kemenhub RI Apresiasi Relawan SALUD Riau

8
Satu Orang Pelajar Perempuan

Sabu Rasuki Remaja Riau, 5 Pelajar Pesta Narkoba

9
PWNU Riau Taja Festival Sholawat Badar

41 Ribu Santri Akan Tampil Didepan Presiden RI

10

Gratis!! Tukar Tabung 3kg ke Bright Gas 5,5kg