MENU TUTUP

Hadapi Adaptasi Kebiasaan Baru, Kemenhub Siapkan Kebijakan Transportasi yang Higienis dan Humanis

Sabtu, 06 Juni 2020 | 19:41:18 WIB
Hadapi Adaptasi Kebiasaan Baru, Kemenhub Siapkan Kebijakan Transportasi yang Higienis dan Humanis Ilustrasi
Madaniy.Com – Menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru (new normal), Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan sistem transportasi yang berkonsep higienis dan humanis. 
 
Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat menjadi keynote speaker dalam diskusi virtual bertema “Tantangan Transportasi dalam Masa Pendemi dan New Normal” yang diselenggarakan Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI), Sabtu (6/6).
 
“Dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru atau new normal, yang diutamakan adalah aspek kesehatan namun juga tetap memperhatikan aspek ekonomi. Untuk itu kita harus membangun transportasi yang lebih higienis, humanis, dan tentunya less contact, yang memberikan solusi dan manfaat bagi rakyat banyak,” ujar Menhub Budi.
 
Menhub Budi menjelaskan, transportasi publik yang dahulu menjadi moda dan sarana berkumpul dan berkegiatan,  saat ini harus berubah dengan mengutamakan aspek kesehatan dalam rangka mencegah penularan Covid-19. 
 
Untuk itu, para pengguna dan penyelenggara/operator transportasi perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam bentuk prosedur atau protokol baru yang berbasis pada kesehatan dan kebersihan (higienis) serta physical distancing/jaga jarak.
 
“Misalnya memakai masker dalam bertransportasi dan menjaga jarak nantinya akan menjadi hal yang biasa. Ini akan menjadi budaya baru dalam bertransportasi. Namun untuk menjadi budaya baru pastinya memerlukan pemikiran yang mendasar dan sangat mendalam dari kita semua,” tutur Menhub Budi. 
 
Menhub mengatakan, adaptasi kebiasaan baru memiliki setidaknya dua keuntungan yaitu pertama, protokol kesehatan akan menjaga Indonesia dari ancaman pandemi (berkelanjutan), dan kedua, mendukung keberlangsungan negara dari berbagai sisi dan mencegah berbagai masalah baru, seperti krisis fiskal, ketahanan pangan, dan gangguan sistem pendidikan.
 
“Namun tantangan dalam melakukan adaptasi kebiasaan baru di sektor transportasi pasti ada. Dalam penerapan protokol kesehatan dan physical distancing pastinya akan berimplikasi pada meningkatnya cost operasional transportasi, karena okupansi tidak 100 persen. Ini yang harus segera kita cari solusinya,” ungkap Menhub.
 
Menhub mengungkapkan, di satu sisi operator transportasi harus mengeluarkan dana lebih untuk mengakomodir protokol kesehatan, namun di sisi lain pendapatan mereka berkurang akibat okupansi (keterisian penumpang) yang tidak bisa 100 persen. 
 
“Kenaikan tarifpun tidak serta merta bisa dilakukan karena akan membebankan masyarakat, sehingga perlu adanya solusi apakah Pemerintah akan menambah subsidi atau mengupayakan kebijakan  lainnya,” ujar Menhub.
 
Untuk itu, Menhub mengungkapkan, perlu kolaborasi dan saling dukung dari para pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan dunia industri, perguruan tinggi, maupun organisasi masyarakat.
 
“Tantangan itu harus kita hadapi bersama sesuai prinsip ”berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing” sesuai dalam tradisi kegotongroyongan kita,” ujar Menhub.
 
Saat ini Kemenhub tengah menggandeng sejumlah universitas, yakni UGM, UI, ITB, dan ITS untuk melaksanakan sejumlah kajian yang menghasilkan policy paper dari berbagai sudut pandang sebagai bahan-bahan penyusunan kebijakan sektor transportasi menghadapi kebiasaan baru. 
 
“Dalam kesempatan ini kami mengajak kepada seluruh perguruan tinggi untuk terus aktif memberikan masukan kepada pemerintah dan turut serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Peran perguruan tinggi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan sangat penting, dalam upaya memitigasi dampak Covid-19 dan kesiapan penerapan adaptasi kebiasaan baru atau new normal,” pungkas Menhub
 
Sebagai informasi, dengan adanya pembatasan sosial dan pergerakan penumpang pada masa pandemi Covid-19, telah berdampak pada lumpuhnya aktivitas sosial ekonomi. Walaupun, sektor transportasi masih tetap beroperasi untuk misi-misi kemanusiaan dan mempertahankan rantai pasok logistik.
 
Pada April 2020, menurut BPS, jumlah penumpang pesawat udara turun sangat tajam, yakni 81,7 persen, dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau turun 85 persen dibandingkan dengan April 2019. Selain itu juga transportasi darat, laut dan kereta api juga mengalami penurunan penumpang yang signifikan. 
 
Pemerintah tengah menyiapkan konsep tataran kebiasaan baru, yaitu suatu konsep  tentang pola hidup yang mendorong adanya perubahan perilaku masyarakat dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru yang lebih sehat, sehingga aman dari ancaman COVID-19 namun tetap bisa produktif untuk melangsungkan kegiatan ekonominya.
 
Sumber: Humas Hubdat
Berita Terkini +

Berpikir Positif Tentang Kebijakan Trump

Hentikan Pembahasan RTRWP Riau Karena Tak Transparan

Danlanud: Panglima Perintahkan Tunjukkan Kehadiranmu!

BPTD Wilayah IV Laksanakan Sertijab Pejabat Baru Untuk Penyegaran Organisasi

Karumkit Lanud Rsn: Calon Prajurit TNI AU Harus Miliki Kesehatan Ideal

Jiwa Komando dalam Pengabdian Total si Anak Petani

Konsumen Jasa Angkutan Penumpang Agar Selektif Memilih Bus Pariwisata

Hubungan Indonesia - AS akan Semakin Baik

Santunan Musibah Crane masuk Agenda Dialog

Jokowi: Jangan Membawa Masalah di Pengadilan ke Saya

TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Hanya Rp95.000 Rapid Test Covid-19 di Lion Air Group, Hari Ini Mulai Jabodetabek

2
Manajemen PTPN V Diduga Tak Miliki Empati

Hanya Ada di Riau, Warga Terdampak Covid-19 Terpaksa Curi Sawit Untuk Beli Beras

3

Persyaratan WAJIB Bagi Calon Penumpang Maskapai Lion Air Group Mulai Hari Ini

4

Dalam Guyuran Hujan, Petugas Dishub Kota Tetap Jalankan Tugas Tanpa Mantel

5
Hari Ini, 163 WNI Asal Malaysia Tiba Di Dumai

Sambut Kepulangan WNI Asal Malaysia, BPTD IV Siapkan 4 Unit Bus

6
Ungkapan WNI Asal Malaysia Yang Lewat Pelabuhan Dumai

Awalnya Saya Fikir Akan Dikarantina Pemerintah, Ternyata...

7
Ungkapan WNI Asal Malaysia Yang Lewat Pelabuhan Dumai

Terima Kasih BPTD IV, Saya Dapat Lihat Kelahiran Anak Pertama Kami

8

Call 135!! Jam 8 sampai19 WIB, Pertamina Akan Layani BBM Antar Rumah

9

Cegah Penularan Covid-19, Terhitung 3 April Angkutan Umum Wajib Masuk Terminal Dumai

10

IKA Hubdat Serahkan Wastafel Fortable Untuk Pelabuhan Penyeberangan Dumai