Ungkapan WNI Asal Malaysia Yang Lewat Pelabuhan Dumai
Awalnya Saya Fikir Akan Dikarantina Pemerintah, Ternyata...
Salam Syahputra akhrinya bisa berkumpul dengan keluarga besarnya
Madaniy.Com - Menyadari uang di kantong yang sudah menipis menyusul penetapan Lockdown oleh Pemerintah Malaysia, Salman tak punya pilihan lain kecuali kembali ke tanah air secepatnya.
"Saat itu uang dikantong pas-pasan, hanya cukup untuk sampai Dumai saja, Pak. Sejak Malaysia di lockdown, otomatis tak ada lagi pekerjaan yang bisa saya lakukan lagi, simpanan habis hingga kepulangan ke tanah air," tutur Salman.
Lelaki bernama lengkap Salman Syahputra ini, sekarang sudah melewati masa isolasi mandiri di rumah orangtuanya di Desa Pasar Lembu, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Kepada Madaniy, Salman menuturkan perjuangannya untuk bisa kembali ke tanah air, di bawah tekanan pemerintah Malaysia yang menghendaki agar seluruh WNI yang memiliki visa melancong untuk segera meninggalkan Negeri Jiran.
"Saya hanya berbekal visa melancong yang hanya berlaku selama tiga bulan, saya kerja serabutan,yang penting bisa menghasilkan uang, lalu tiba-tiba pemerintah Malaysia mengumumkan lockdown, keruan saja kami semua panik, Pak," katanya menuturkan.

Suasana penyambutan kedatangan WNI di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.
Belum sampai sebulan mengadu nasib di negeri Jiran, tiba-tiba ada perintah untuk meninggalkan Malaysia. Akhirnya Salman dengan beberapa rekannya berusaha mencari informasi di pelabuhan untuk segera kembali ke tanah air.
"Alhamdulillah, akhirnya kami dapat tiket pulang tanggal 4 April, saya sempat khawatir tak kan sampai ke kampung, karena uang sangat pas-pasan, untung ada kawan yang ngajak cari uang dulu di Dumai, setelah cukup baru kami pulang," katanya.
Berbekal informasi yang diberikan kawannya yang punya Bos (tekong, red) di Dumai, Salman merasa mantap untuk kembali ke tanah air, karena sudah ada yang mengurusnya begitu sampai di Dumai.
"Ketika itu kedua rekan saya, mendapat informasi dari tekongnya, bahwa seluruh WNI yang pulang lewat Pelabuhan Dumai akan dikarantina, jadi jangan mengaku punya kartu kuning di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, sayapun melakukannya," kata Salman.
Ternyata begitu merapat di Dumain,dalam KM Batam Jet 2 yang ditumpanginya petugas menginformasikan bahwa pemerintah telah menyiapkan kendaraan bagi seluruh WNI pemegang kartu kuning, untuk kembali ke tanah air.
"Jujur saja Pak, kami takut dikarantina, karena tekong kawan tu bilang kami akan dikarantina pemerintah. Ternyata, memang sudah disediakan bus untuk kami, kedua kawan saya itu malah kabur duluan," katanya.
Begitu mengetahui pemerintah melalui BPTD IV telah menyiapkan bus, Salman menelpon kedua kawannya tersebut untuk bergabung, sekaligus bahwa kabar karantina yang disampaikan tekong mereka itu bohong.
"Kami telpon lagi kawan tu untuk kembali Pak, saya yakinkan dia bahwa kendaraan yang disediakan itu gratis dari pemerintah, akhirnya mereka mau kembali," kata Salman.
Bersama rekan-rekannya Salman sangat bersyukur, pemerintah melalui BPTD IV Riau-Kepri menyiapkan kendaraan bagi para WNI asal Malaysia di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai.
"Terima kasih kami kepada Bapak-bapak dari BPTD IV yang telah mengurus kepulangan kami di Dumai, secara gratis. Jujur saja Pak, sebagian dari kami tidak punya uang yang cukup untuk sampai ke kampung," ungkapnya.***




