Ini kata Edy Rahmayadi dan Akhyar Nasution Tentang OTT Wako Medan
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution
Madaniy.Com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution terlihat serius membicarakan perkembangan terkini tentang kota Medan.
Setidaknya keseriusan tersebut terlihat dari pengamatan sejumlah awak media, ketika kedua pejabat ini menghadiri peringatan Hari Ulos Nasional 2019 yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (17/10/2019).
Meski tidak bisa memastikan isi pembicaraan kedua pejabat tersebut, diyakini pembcaraan tersebut diduga tidak jauh dari ditangkapnya Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK Selasa tengah malam kemarin.
Akhirnya, usai membuka acara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wall Walikota Medan, Akhyar Nasution bersedia untuk memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang telah menunggu mereka.
Menurut Edy Rahmayadi, tindakan yang dilakukan pihak KPK adalah untuk kepastian hukum, merupakan hal yang lumrah. Karena itu Gubernur Edy Rahmayadi meminta Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, untuk melanjutkan amanah rakyat dan tidak perlu lagi melakukan hal-hal yang salah.
Karena itulah kata Edy Rahmayadi, pembangunan di kota Medan tidak boleh terhenti, hanya karena Ada OTT KPK. "Pembangunan di Kota Medan, harus berjalan sebagaimana mestinya," katanya tegas.
Menanggapi pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution dengan hati-hati memberikan pernyataannya kepada wartawan, dengan terlebih dahulu memohon maaf kepada seluruh warga masyarakat kota Medan atas terjadinya OTT KPK terhadap Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin dan kawan-kawan.
Akhyar menyatakan, telah melakukan rapat dengan seluruh jajaran pemerintah kota Medan pada Kamis pagi di kantor walikota Medan, dan berharap agar Semua pejabat di lingkungan pemerintah kota Medan menghentikan budaya setoran, karena selama ini budaya setoran tersebut, menjadi kendala dalam melaksanakan tugas tu gas membangun kota Medan.
"Apabila kita semua sepakat untuk menghentikan budaya setoran, maka kita bisa fokus untuk membangun kota Medan sebagaimana diamanatkan oleh rakyat dan masyarakat kota Medan kepada pemerintah kota Medan," tegas Akhyar.(diur)




