Jangan Mimpi Akan Cetak Pemain Kelas Timnas, Kata Philip Hansen

Kamis, 10 Agustus 2023 - 10:16:38 WIB
Jangan Mimpi Akan Cetak Pemain Kelas Timnas, Kata Philip Hansen Philip Hansen Maramis - Direktur Teknis PSSI Provinsi Riau

PEKANBARU - Tugas utama pengelola, pengasuh dan pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) adalah untuk mencetak talenta sekelas Timnas, melalui proses yang disebut kompetisi.

"Selagi pengelola SSB masih berorientasi mengejar gelar juara dalam turnamen apapun untuk sekedar mendapat nama, maka jangan pernah bermimpi akan bisa mencetak pemain yang dibutuhkan timnas," kata Philip Hansen Maramis dalam sebuah kesempatan.

Bagi Direktur Teknis PSSI untuk wilayah Riau tersebut sangat beralasan, bahwa setiap fase pembinaan tujuannya sama, yakni optimalisasi talenta pemain melalui pengembangan jati diri dalam permainan.

"Setiap talenta harus diberi kesempatan untuk berproses melalui game, bisa berupa kompetisi atau laga persahabatan<" kata Philip.

Melalui kompetisi dan game tersebut, para pelatih bisa mengevaluasi sejauh mana kemampuan anak didiknya dalam menerapkan konsep Filanesia.

Dalam kurikulum Filanesia, dijelaskan Philip, tidak hanya mangatur teknis pelatihan belaka, namun juga mengatur format kompetisi yang ideal berdasarkan fase pembinaan atau kelompok usia.

Pengasuh SSB juga harus menekankan kepada para orangtua pemain, bahwa meraih kemenangan dalam sebuah game bukanlah tujuan utama bagi pelatih, melainkan ajang evaluasi kemampuan si pemain.

"Hal inilah yang terpenting bagi kita para pembina sepak bola, terutama pembina usia dini, untuk dipahami bersama-sama. Karena bagaimanapun juga PSSI telah menetapkan Filanesia sebagai Kurikulum tunggal Sepak Bola Indonesia," katanya.

Dan yang terpenting bagi Philip, para pelatih yang belum bisa memahami dan menerapkan konsep Filanesia tersebut, dirinya membuka ruang untuk berdiskusi sekaligus mempraktekannya bersama-sama.

"Semuanya harus berproses, tak ada yang instan, mari kita bangun komunikasi, bersama-sama kita angkat marwah persepakbolaan negeri kita, agar Riau Berjaya di pentas nasional," ajaknya.

Terlebih Ketua Umum PSSI Pusat telah menegaskan bahwa pembinaan talenta pesepak bola tersebut dimulai dari usia 9 tahun, artinya untuk mempersiapkan Tmnas tahun 2034 mendatang, harus dimulai dari sekarang.

"Mari kita rubah cara pandang kta bersama, kita mulai fokus mendidik anak-anak dari usia 9-12 tahun melalui kompetisi yang teratur," kata Philip. ***


TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Jelang Manchester City Vs Tottenham

Alarm Bahaya Bagi Guardiola

Sabtu, 21 Januari 2017 - 09:35:26 WIB

Manchester City akan menjamu Tottenham Hotspur pada laga pekan ke-22 Premier League 2016-2017 di Etihad Stadium, Sabtu (21/1/2017). Laga ini menjadi alarm bahaya untuk Pep Guardiola terkait peluang Th

Kabar Gembira! Askot PSSI Pekanbaru Tanggung BPJS Peserta Liga 2 Askot

Senin, 11 September 2023 - 20:29:17 WIB

Danone Tunda Seluruh Pertandingan AQUADNC 2020

Selasa, 17 Maret 2020 - 06:07:18 WIB

Terhitung hari Senin (16/03/2020) pihak Danone selaku penyelenggaraan AQUADNC 2020 Indonesia menunda seluruh rangkaian pertandingan turnamen sepakbola anak-anak usia dini.

Tugas Pelatih Mengeksplorasi Kemampuan Pemainnya Pada Kejurda 2019

Selasa, 29 Oktober 2019 - 19:39:14 WIB

"Pemain yang ingin kita jaring adalah pemain yang terbaik dari segala aspek penilaian, jadi tidak ditentukan oleh predikat tim juara atau tidak. Pelatih jangan coba-coba bebani pemain dengan kata 'waj

Estimasi Liga Pelajar Riau 2017/2018

Libatkan 64.800 Pemain, Sajikan 32.400 Laga

Senin, 21 Agustus 2017 - 16:27:13 WIB

Rencana pagelaran Kompetisi Liga Pelajar Provinsi Riau Musim 2017-2018 sudah mendekati final, sekitar 65ribuan pemain usia dini dan muda akan berpartisipasi.

Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019

Putra Khatulistiwa Lengkapi 16 Tim Kontestan Piala Gubernur Riau

Jumat, 28 Juni 2019 - 10:29:06 WIB

SSB Putra Khatulistiwa binaan PT Sari Lembah Subur (SLS), Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan berhasil meraih tiket terakhir Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 seri Provinsi Riau.