Gagal Gelar Laga Level Internasional, Manajemen PSPS Malah Permalukan Polri
Ilustrasi
Madaniy.Com - Sebuah tayangan pada akun media sosial PSPS Riau, menyebutkan Polresta Pekanbaru meminta biaya pengamanan sebesar 40 juta rupiah.
Tindakan ini diduga dilakukan, karena pihak manajemen PSPS Riau, tak sanggup memenuhi permintaan yang diajukan pejabat kepolisian dari Polresta Pekanbaru tersebut.
Hasilnya, pertemuan yang berujung dengan jalan buntu tersebut berimbas pada pembatalan Laga Persahabatan Internasional antara PSPS Riau vs Kelantan FC.
Lga yang sedianya bakal tersaji di Stadion Utama Riau ini, justru memicu kecewa bagi pecinta sepak bola di Riau, yang sudah rindu menyaksi laga resmi di stadion.
Info terbaru yang diperoleh Madaniy.Com, para pemain Kelantan FC masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa wisata, untuk hal ini phak Imigrasi Pekanbaru dikabarkan telah menindak pelanggaran ini.
Kejadian ini tentunya menyesakkan dan menjadi preseden dalam tata kelola sepak bola di Riau, aling-aling akan membawa kemajuan bagi persepakbolaan, justru yang terjadi perlecehan terhadap intitusi pemerintah Indonesia.
Manajemen PSPS Riau harus memberikan penjelasan yang komprehensif kepada masyarakat, mengenai penyebab pembatalan laga tersebut secara jujur.
Karena selama ini, pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Pekanbaru selalu mensupport penyelenggaraan laga PSPS dari tahun ke tahun.
Dan yang juga sangat penting untuk dicermati, sikap dari manajemen Kelantan FC masuk ke Indonesia dengan visa wisata, jelas menunjukan rasa tak hormatnya pada aturan keimigrasian di negeri ini.
Jika memang kita ini bisa saling menghormati dan menghargai aturan di negara masing-masing, tentunya hal sepele semacam ini tak kan terjadi.
Yuki Chandra




