Sepenggal Cerita Sispala Galapagos I
'Galapagos' Tetap Berkibar di Tengah Hatiku
Ilustrasi
Madaniy.Com - Tahun 1985, ketika kami fans Radio Arbes, salah satu radio swasta terkenal di Kota Padang menggelar Lomba Lintas Alam, menyambut HUT Radio Arbes ke 13 saat itu tepatnya pada bulan Mei.
Sebagai panitia di bagian registrasi peserta, penulis kedatangan dua orang pelajar SMA dengan baju seragam dengan sedikit bergaya gaul, mendaftarkan diri menjadi peserta lomba.
Ternyata kedua orang kakak tersebut dari SMA 1 Padang, dari kelompok Siswa Pecinta Alam, terakhir kuketahui sapaannya Ombes dan Rongo. Rupanya teman sekelas kakak Kandung penulis di sekolah tersebut.
"Sispala kami masih baru Ki, keberadaannya baru diakui oleh kalangan pecinta alam di Sumbar. Lomba ini bagi kami untuk menunjukkan eksistensi saja," tutur Rongo usai mendaftarkan diri ketika itu.
Ada dua regu yang didaftarkan, di kelompok pertama kulihat nama-nama Lita Bakhtiar, Emma Dwitri, Miko, Teddy dan Aldian sebagai Ketua Regu. Sementara di regu kedua masih teringat nama Febriansyah dan Rudi.
Tak dinyana, pada perlombaan yang mengambil tempat di kitaran perbukitan Lubuk Minturun tersebut, Regu Galapagos I berhasil menjadi pemuncak, menyisihkan sejumlah nama besar Pecinta Alam di Kota Padang.
Pada saat itulah kekaguman diri ini ini terhadap Sispala Galapagos mulai tumbuh berkembang, dan bertahan hingga hari ini. Meski, tak bisa seperti teman-teman yang aktif mengikuti pertemuan, namun hati ini tak bisa memungkirinya.
Bahkan, ketika bulan Juli 1985 resmi menjadi siswa di Jalan Sudirman No.1 Padang, keinginan untuk bergabung dengan Sispala ini tak terbendung lagi.
Bahkan sebelum resmi menjadi anggota, dalam sejumlah kegiatan tingkat Provinsi sudah diajak kakak-kakak angkatan perintis dan angkatan I, bergabung.
Mungkin, karena sudah terlibat dalam berbagai kegiatan bersama seperti Ekspedisi Gunung Talang dan Jambore Pecinta Alam 1985 di Padang Panjang.
Perlahan namun pasti, prestasi yang telah ditorehkan para pendiri menjadi daya tarik utama bagi angkatan kami untuk menjatuhkan pilihan bergabung dengan Galapagos.
"Sensasinya sangat berbeda ketika itu, Galapagos telah menghipnotis pandangan kita pada waktu itu," tutur Thamrin Asir, mengenang masa-masa kami bergabung dengan Angkatan II pada tahun 1985.
Penerimaan Angkatan II merupakan rekor penerimaan anggota Galapagos yang belum terpecahkan hingga hari ini. Begitulah semangat kami ketika ingin menikmati petualangan yang dijanjikan Galapagos.
Catatan Masa Lalu,
Bang Yuki, GLP Angkatan II




