Pengelola Panti Asuhan Tunas Bangsa Ditetapkan Sebagai Tersangka

Selasa, 31 Januari 2017 - 12:19:07 WIB
Pengelola Panti Asuhan Tunas Bangsa Ditetapkan Sebagai Tersangka Tersangka Lili, pengelola Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa saat diamankan.

Pekanbaru, Madaniy.Com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru resmi menetapkan status tersangka kepada Lili, pengelola Panti Asuhan Tunas Bangsa terkait tewasnya M Zikli, bocah 18 bulan yang tewas akibat dianiaya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Arianto Sik mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan sejak Senin (30/1/2017) sore hingga malam hari, penyidik menetapkan wanita berusia 46 tahun itu sebagai pelaku penganiayaan terhadap korban M Zikli, seorang balita penghuni Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa.

"Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan resmi ditetapkan sebagai tersangka," kata Bimo saat dikonfirmasi, Selasa (31/1/2017).

Polisi telah menahan Lili setelah menaikkan statusnya dari pelaku menjadi tersangka dugaan kekerasan tersebut. Korban M Zikli sempat dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Namun, nyawa balita tersebut tidak tertolong.

Hasil autopsi yang dilakukan oleh Tim Forensik Biddokkes Polda Riau, setelah menggali kembali kuburan korban, ditemukan luka lecet, memar dan resapan darah di tubuh korban.

"Autopsi yang dilakukan oleh tim Biddokes terhadap korban, ada sejumlah bekas luka lecet ditubuh korban diantaranya, pada bagian pelipis, perut, pipi, punggung dan tangan sebelah kiri diduga akibat kekerasan benda tumpul," ungkap Bimo.

Sebelumnya di beritakan, balita yang dititipkan oleh orang tuanya di Panti Asuhan Tunas Bangsa Jalan Lintas Timur KM 15, Kecamatan Tenayan Raya tersebut meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Terungkapnya peristiwa ini, berawal saat paman korban, Dwiyatmoko (36) mendapat kabar dari pihak panti asuhan yang menyebutkan jika ponakannya yang di titipkan di panti asuhan telah meninggal dunia di RSUD Arifin Ahmad, akibat demam tinggi yang dideritanya.

Sang paman yang mendapat kabar tersebut, lalu bergegas mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi keponankannya tersebut.

Namun, betapa kagetnya Dwiyatmoko saat melihat kondisi keponakannya. Ia melihat disekujur tubuh keponakanannya ditemukan ada banyak bekas luka, diantaranya di kemaluan, punggung, bibir, kaki serta tangan.

Ketika hal tersebut ditanyai ke pihak dokter di RSUD Arifin Ahmad, sang dokter tidak bersedia memberi tahu penyebab kematiannya dan menyarankan kepada Dwiyatmoko untuk melapor ke polisi.

Yuki Chandra


TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Terima Upah Rp19Juta Untuk Bakar Mobil Kabul

Ahad, 11 Oktober 2020 - 12:41:07 WIB

Pelaku pembakaran terhadap mobil milik Kabul Situmorang di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (14/09/2020) lalu, ternyata diberi upah sebesar Rp.19juta.

AKP Anindhita Rizal Pimpin langsung Ops Patuh Muara Takus 2019

Jumat, 30 Agustus 2019 - 07:06:18 WIB

Di hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Muara Takus 2019 Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelalawan dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Pelalawan AKP Anindhita Rizal, Kamis (29/8/2019).

Sidang Lanjutan Ahok Keluar dari Pokok Perkara

Rabu, 01 Februari 2017 - 17:28:23 WIB

Proses sidang lanjutan Basuki Tjahja Purnama dengan saksi Kiai Maruf Amin disesalkan banyak pihak. Pascakuasa hukumnya di persidangan menyebut Kiai Ma'ruf sebagai saksi palsu dan akan melaporkannya ke

Jangan Dirusak Persidangan dengan Alasan Apapun

Senin, 13 Februari 2017 - 09:34:33 WIB

Tidak sepatutnya seorang penasehat hukum menolak kesaksian siapapun dalam sebuah persidangan, dengan alasan apapun, sama halnya dengan merusak persidangan.

Dua Meninggal, Tanpa Ampun Harimau Kampar Terkam Bandar Narkoba

Senin, 09 November 2020 - 19:32:06 WIB

Tim Harimau Kampar Polda Riau yang dibentuk setahun yang lalu oleh Kapolda Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi SH SIK MSI, kembali ukir prestasi.

Buni Yani Laporkan Kasusnya ke Komnas HAM

Senin, 27 Februari 2017 - 13:42:18 WIB

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, menyatakan bahwa penanganan kasus kaliennya terkesan dipaksakan oleh pihak kepolisian. Karena itu, dirinya dan Buni Yani mengadu ke Komnas HAM untuk mengawal ka