Hanya Bus Berstiker Khusus Diperbolehkan Angkut Penumpang Karena Kebutuhan Mendesak

Selasa, 04 Mei 2021 - 22:22:36 WIB
Hanya Bus Berstiker Khusus Diperbolehkan Angkut Penumpang Karena Kebutuhan Mendesak Budi Setiyadi, Dirjen Hubdat Kemenhub RI
Madaniy.Com – Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menyampaikan bahwa kendaraan berstiker khusus akan digunakan mengangkut penumpang untuk keperluan SELAIN MUDIK.  
 
Dikatakan Budi Setiyadi, Kementerian Perhubungan menerbitkan stiker khusus bagi bus yang akan tetap beroperasi selama masa peniadaan mudik Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah pada 6-17 Mei. 
 
Sesuai dengan ketentuan di Surat Edaran Satgas No 13 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perhubungan No 13 tahun 2021, dalam masa pelarangan mudik masih ada masyarakat yang dapat melakukan perjalanan NON MUDIK yaitu : bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil, persalinan dan orang dengan kepentingan tertentu non mudik yang semuanya dengan syarat membawa surat dari kepala desa/lurah setempat yang bertanda tangan basah/ elektronik. 
 
“Kami tegaskan bahwa bus dengan stiker khusus ini BUKAN melayani PEMUDIK, tapi masyarakat yang melakukan perjalanan SELAIN MUDIK dan telah memenuhi syarat serta ketentuan sesuai peraturan dari Satgas dan Kementerian Perhubungan. Oleh karena itu kami menerbitkan stiker ini untuk memudahkan para petugas mengidentifikasi bus yang memang boleh beroperasi karena mengangkut penumpang yang telah memenuhi syarat,” tegasnya.
 
Stiker ini diberikan secara gratis dan dikoordinir oleh Direktorat Angkutan Jalan Ditjen Hubdat dan hanya bisa didapatkan dengan mengisi data pada tautan: https://forms.gle/Dq93DyFVgepPV2oW7.
 
“Sementara itu bagi pegawai yang akan melakukan tugas atau perjalanan dinas mohon menyertakan persyaratan seperti surat izin perjalanan. Jadi kami tegaskan kembali bus tetap tidak boleh mengangkut pemudik, hanya boleh mengangkut penumpang dengan persyaratan tertentu seperti ketentuan dari SE Satgas Nomor 13/2021 dan PM Nomor 13/2021,” pungkas Dirjen Budi. 
 
Sumber: Humas Hubdat

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Lindungi Perusahaan Sawit Perambah Hutan, Pemerintah Siapkan Perpres

Senin, 08 Mei 2017 - 15:54:23 WIB

Konsolidasi NGO Sumatera yang berlangsung Kamis-Jumat (3-4/5/2017) menangkap indikasi pemerintah akan melindungi perusahaan sawit perambah hutan melalui sebuah Perpres.

Di Pelabuhan Selat Panajng Riau

BP POM Sita 20 Truk Produk Pangan Ilegal

Kamis, 16 Maret 2017 - 18:25:28 WIB

Badan POM menemukan lebih dari 20 truk pangan ilegal yang antara lain terdiri dari makanan bayi, susu, minuman ringan, dan biskuit dengan nilai keekonomian diperkirakan mencapai lebih dari 5 miliar ru

Ratusan Pengunjung Berebut Selfie Depan Pesawat Tempur

Jumat, 05 Oktober 2018 - 18:29:41 WIB

Ratusan siswa SD, SMP dan SMA yang hadir pada pembukaan Pameran Alutsista yang diadakan dalam rangka HUT TNI ke-73 berebut berfoto di depan pesawat tempur.

Rakornis Karhutla di Jakarta

Riau Harus Bebas Asap Target Gubernur Riau

Senin, 23 Januari 2017 - 16:45:28 WIB

Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman menyatakan komitmennya untuk membebaskan Riau dari bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, Gubri berharap dukungan semua pihak, terutam

Rekomendasi DPRD Bengkalis, Pekerjaan Rumah Buat Menteri LHK

Ahad, 19 Februari 2017 - 20:29:10 WIB

Rekomendasi Pansus Monitoring dan Identifikasi Sengketa Lahan Kehutanan dan Perkebunan DPRD Bengkalis, pada 20 September 2016 mendapat persetujuan seluruh anggota DPRD Bengkalis dalam Rapat Paripurna.

Waah..., Penafsiran Mendagri Soal Penonaktifan Ahok Sangat Menyesatkan

Ahad, 12 Februari 2017 - 10:18:58 WIB

Penafsiran Kementerian Dalam Negeri dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sudah berstatus terdakwa tidak dinonaktifkan sebagai Gubernur DKI karena menunggu penuntutan itu sangat menyesatkan.