Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Polda Riau Gelar Rakor Kesiapan Penanganan Karhutla 2020

Kamis, 25 Juni 2020 - 06:52:33 WIB
Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Polda Riau Gelar Rakor Kesiapan Penanganan Karhutla 2020 Suasana Rapat Koordinasi Karhutla
Madaniiy.Com - Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada setiap daerah rawan karhutla untuk memanfaatkan teknologi dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan yang biasa terjadi tiap musim kemarau.
 
Hal ini disampaikan Joko Widodo pada kesempatan rapat terbatas terkait antisipasi kebakaran hutan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/6). 
 
Pada kesempatan itu Presiden mencontohkan Polda Riau yang menciptakan sistem dashboard lancang kuning untuk memonitor dan mengawasi area yang rawan titik panas.
 
"Saya lihat di Polda Riau sangat bagus, memberikan sebuah contoh," ucap Presiden Jokowi yang juga sudah melihat langsung sistem dashboard lancang kuning di Polda Riau.
 
Presiden juga memerintahkan kepada seluruh wilayah untuk menjalin sinergitas hingga ketingkat bawah dalam rangka mempermudah penanganan Karhutla.
 
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi SH SIK MSI bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi kesiapan penanganan karhutla di Provinsi Riau tahun 2020 bertempat di Hotel Pangeran Pekanbaru,Rabu (24/6).
 
Pada kesempatan tersebut Kapolda Riau menjelaskan adanya perintah dari Presiden untuk menangani karhutla dengan menggunakan tehnologi, dengan sinergitas dan kerjasama semua pihak serta penaganan secara dini bahkan sejak apinya masih kecil.
 
“Penanganan tahun ini dapat kita tangani dengan baik berkat kerja sama kita semua, ada 5611 titik api yang telah di padamkan sampai dengan 23 juni ini, bahkan di Pulau Rupat  memadamkan api itu bisa sampai dengan 30 hari karena disana lahannya lahan gambut," ungkap Jenderal yang akrab disapa Agung ini.
 
Ditambahkan, "Kerja sama yang kita lakukan sudah membuahkan hasil bagi kita semua karena kita sudah bisa mengendalikan karhutla ini dengan baik, sebanyak 13.110 personel gabungan yang sudah bekerja dilapangan, kita kerahkan 5530 unit pompa, 12.424 set selang dan dukungan 795 unit R2 serta 439 unit kendaraan R4.”
 
Kapolda juga menjelaskan penanganan 51 kasus karhutla dengan tersangka sebanyak 58 orang, 40 kasus diantaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan.
 
“Penanganan tahun ini juga sebagai evaluasi kita bersama guna mencegah apa yang kemungkinan terjadi pada masa yang akan datang,  Dasboard lancang kuning sangat sangat berguna bagi kita semua untuk selalu mengetahui dimana saja titik api yang ada di Provinsu Riau”, tambahnya seraya meminta masukan semua pihak dan arahan dari Gubernur Riau agar kedepan lebih baik lagi.
 
Sementara Gubernur Riau Drs H Syamsuar dalam sambutannya menekankan agar terus dilakukan pemantauan karhutla, meskipun berada pada situasi covid-19.
 
Syamsuar menilai, karena dengan terjalinnya kerjasama yang baik, Riau bisa menangani karhutla lebih baik dari tahun ketahun.
 
“Pemerintah Provinsi telah menyediakan peralatan untuk pemadam karhutla dan juga peralatan untuk petani yang akan didistribusikan kepada 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau dimana Setiap UPT akan diberikan 2 alat dan juga menyediakan dana guna mencegah kebakaran hutan dan lahan,” kata Syamsuar.
 
Ketua BPBD Provinsi Riau Drs edward Sanger mengaku menyediakan 2 unit helikopter patroli memantau perkembangan karhutla.
Edward mengakui bahwa dengan adanya kerjasama yang baik dan dukungan tehnologi dashboard lancang kuning dirinya sangat terbantu.
 
“64 persen penurunan kebakaran hutan karena aplikasi Dasbboard Lancang Kuning, Terimakasih kepada bapak Kapolda Riau yang sudah membuat dan menciptakan aplikasi Dashboard Lancang Kuning ini, kami sangat terbantu sekali dengan adanya aplikasi Dashboard Lancang Kuning ini,” akunya.
 
Dalam rapat yang juga dihadiri Gubernur Riau Drs H Samsuar, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muh Syech Ismed SE M Han, Danlanud Marsma Ronny Irianto Moningka, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Himawan, Wakapolda Riau Brigjen Pol Drs Tabana Bangun MSI, Kepala BMKG Provinsi Riau, Kepala BPBD Provinsi Riau, Kepala Manggala Agni Provinsi Riau, Kadis KLHK Provinsi Riau, Pimpinan PT Arara Abadi, Pimpinan PT RAPP serta Rektor Universitas di Provinsi Riau ini. 
 
Kapolda dan Gubernur memberikan penghargaan kepada Personil TNI Peltu Ramadhan yang merupakan Babinsa Ramil 06 Kodim Kampar dan kepada relawan Rezky Gazali karena keaktifannya dalam memantau perkembangan Karhutla melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning.***
 
Sumber: Bidhumas Polda Riau

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

DPRD Riau Berwenang Tolak Ranperda RTRWP

Jumat, 24 Februari 2017 - 08:27:28 WIB

Jikalahari mendesak DPRD Propinsi Riau tidak menyetujui Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi Riau 2016-2035 yang diajukan oleh Gubernur Riau.

Sengsarakan Rakyat Bengkalis 13 Perusahaan Teridentifikasi

Ahad, 19 Februari 2017 - 20:43:31 WIB

Pansus Monitoring Lahan DPRD Bengkalis mengindentifikasi sebanyak 13 perusahaan yang bergerak di bidang hutan tanaman industri (HTI) dan perkebunan sawit telah menyengsarakan rakyat Bengkalis.

Asap Kian Pekat, Pemko Pekanbaru Abaikan Kesehatan Siswa SD

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 08:44:04 WIB

Meski pagi ini, Sabtu (24/8/2019) asap yang menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru terpantau semakin pekat, namun kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar belum juga diliburkan.

UIR dan DW Terinspirasi Bangun Agrowisata, Paska Kunjungi BPPM AA

Kamis, 08 Maret 2018 - 21:06:51 WIB

Wakil Rektor III Universitas Islam Riau Ir. H. Rosyadi, bersama 30 ibu-ibu Darma Wanita berkunjung ke Balai Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (BPPM) PT. Arara Abadi Perawang, Kamis (8/7).

Derita Khairul Derita Riau Atensi Andi Rachman

Rabu, 19 April 2017 - 18:10:17 WIB

Kekhawatiran kedua orangtuanya akan beban biaya yang harus ditanggung Khairul Asing bayi usia 7 bulan yang harus menjalani perawatan intensif di RSUD Arifin Ahmad terjawab sudah.

Tingkatkan Pelayanan, Kantor Otoritas Belawan Luncurkan Aplikasi Sipariban

Jumat, 06 September 2019 - 09:54:14 WIB

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, meluncurkan aplikasi sistem penyandaran kapal yang diberi nama Sipariban.