Seekor Pithon Saja Rela Mati Terpanggang Demi Lindungi Telur dan Anaknya

Rabu, 04 Maret 2020 - 08:22:08 WIB
Seekor Pithon Saja Rela Mati Terpanggang Demi Lindungi Telur dan Anaknya Petugas pemadam yang menemukan ular jenis Pithon di sisa kebakaran
Madaniy.Com – Seekor ular jenis phyton betina ditemukan mati terpanggang di lahan gambut yang terbakar. Lebih menyedihkan lagi, ular phyton ini mati saat sedang mengeram 20 butir telur. Tak hanya itu, anak-anak ular berukuran jari telunjuk dewasa juga ditemukan terpanggang di sekitar induknya. 
 
Kejadian memilukan ini terjadi Senin sore (2/3/2020), pukul 15.00 WIB, di lahan gambut Jalan SM Amin, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau. Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, MSi, melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto, membenarkan informasi tersebut. 
 
“Ular sepanjang 4,5 meter tersebut ditemukan dalam keadaan mati terpanggang oleh Tim Gabungan terdiri dari Polri, TNI, dan BPBD Kota Pekanbaru bersama dengan 20 butir telur ular,  saat sedang berjuang memadamkan api Karhutla sejak Senin pagi,” ungkap Kombes Sunarto, Selasa (3/3/2020).  
 
Kabid Humas menjelaskan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tak hanya merugikan manusia semata saja, melainkan hilangnya plasma nutfah Indonesia akibat ulah tangan manusia. 
 
“Karhutla membawa bencana ekologis, hilangnya binatang-binatang, tanaman-tanaman khas suatu daerah, terutama di Riau,” ujar Kombes Pol Sunarto. 
 
Kabid Humas menjelaskan, luas lahan terbakar di tempat ular phyton betina mati terpanggang tersebut setengah hektare. Hingga hari ini, lahan terbakar tersebut berhasil ditangani dan dipadamkan Tim Gabungan, hingga sore hari hujan mengguyur lokasi. Besok pagi petugas akan mengecek kembali lokasi. 
 
“Petugas Gabungan Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, Perusahaan, dan Relawan Pemadam Karhutla seminggu terakhir masih berjibaku di lapangan padamkan api beberapa daerah di Riau seperti di Rangsang, Kepulauan Meranti dan Rupat, Bengkalis,” ungkap Kombes Sunarto. 
 
“Saat siang hari semua titik api telah kita padamkan dan tangani bahkan sempat hilang dari pantauan satelit, tiba-tiba menjadi bertambah dan meluas di malam hari yang seharusnya dengan kondisi suhu rendah adalah kecil kemungkinan titik api makin meluas. Hal ini perlu menjadi fokus dan penanganan secara bersama para stakeholder terkait", tutup Sunarto.
 
Sumber : Bid Humas Polda Riau

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Media Centre Dinas LHK Riau Mulai Beroperasi

Dapatkan Titik Koordinat Perusahaan Pembakar Lahan

Selasa, 07 Februari 2017 - 17:21:36 WIB

Saat ini masyarakat sudah bisa mendapatkan akses langsung mengenai informasi titik api berikut titik koordinat, serta nama perusahaan di wilayah yang terpantau satelit.

Sertifikasi tak Cair dan Pungli Resahkan Guru Agama

Senin, 27 Februari 2017 - 18:21:10 WIB

Belasan guru agama Kristen di Medan mengadu ke Ombudsman RI Perwakilan Wilayah Sumut, Senin (27/2). Mereka mengaku mengalami pungutan liar (pungli) saat ingin mencairkan tunjangan sertifikasi.

Status Siaga Darurat Karhutla

Gubri: Jangan Bekerja Dibelakang Meja

Selasa, 24 Januari 2017 - 14:14:34 WIB

Gubri meminta dengan ditetapkannya status siaga Karlahut ini semua pihak terkait tidak ada yang bekerja di belakang meja. Semua pihak harus turun ke lapangan.

Bersama Komunitas Pariwisata

Gubri Kunjungi Wisata Sejarah di Pekanbaru

Ahad, 12 Maret 2017 - 19:46:14 WIB

Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman, Minggu (12/3/2017) pagi, melepas rombongan komunitas penggiat pariwisata, pada acara "Pekanbaru Heritage Walk". Acara pelepasan tersebut dilaksanakan d

Pelatihan E Reporting,Harus Majukan DWP Provinsi Riau

Jumat, 10 Februari 2017 - 18:00:40 WIB

Ketua DWP Prov Riau Hj. Rabaina hadiri pelatihan e Reporting bagi anggota DWP Kabupaten Rohil yang diikuti puluhan orang anggota di Ballroom Hotel Lion Bagansiapi-api. Pelatihan ini dihadiri pengurus

Pertamina Usung Ecobrik Kelola Sampah di Ajang ICCFE 2019

Jumat, 06 September 2019 - 13:51:40 WIB

Warga kota Medan setiap harinya memproduksi sekitar 2.000 ton sampah. Dikutip dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Medan, tempat pembuangan akhir (TPA) tak lagi mampu menampung sampah dalam empat tahu