Pers Adalah Pilar Kemerdekaan Bangsa

Sabtu, 09 Februari 2019 - 14:29:11 WIB
Pers Adalah Pilar Kemerdekaan Bangsa Tommy Rusfihan Arief

Madani.Com - Sejarah pers Indonesia adalah jantung kemerdekaan bangsa. Jadi seyogyanya pers Indonesia terus menjaga dan menyalakan spirit kebangsaan. Jangan sampai kemudian terjebak pada dikotomi kelompok. Apalagi sampai terkapitalisasi pada semangat kelompok apalagi bersifat individualistis.

Ketika anak-anak muda wartawan usia 20-an seperti Adam Malik dan kawan-kawan mendirikan LKBN Antara pada 13 Desember 1937 tujuannya adalah membangun semangat kebangsaan dan melawan kolonialisme.

Wartawan muda Adam Malik kemudian kita kenal sebagai tokoh bangsa yang pernah  menjadi Menteri Perdagangan, Menteri Luar Negeri jempolan, Ketua DPR/MPR Ri dan Wakil Presiden RI. Bagi Adam Malik, pers adalah kekuatan kebangsaan yang paling solid.

Tidak hanya sekadar kekuatan keempat. Kekuatan pers tidak akan pernah padam. Bahkan oleh perang dunia sekalipun. Demokrasi boleh redup. Tetapi kekuatan pers akan terus menyala dalam cuaca apapun.

Jadi siapapun atau kekuatan politik apapun yang meremehkan pers, akan terjebak pada titik nadir kenihilan.

Persoalannya sekarang apakah pers Indonesia masih berada pada lajur independensi dan semangat non-partisan?

Ini pertanyaan besar untuk kita semua. Pertanyaan besar untuk Indonesia hari  ini. Kepada siapakah pers Indonesia kini berpihak? Kepada kebenaran atau kepada pemilik modal?

Hukum alami pers adalah kebenaran non absolut. Pers kemudian dibenarkan berpihak  pada kepentingan negara bangsa. Dan hal semacam ini telah dipraktekan sejak Julius Cesar menjadi kaisar Roma 100 tahun sebelum masehi.

Bagaimana dengan keberpihakkan pers kepada kepentingan pemilik media. Yang kemudian sengaja atau tidak lantas mencampur adukan kepentingan pribadi dan nilai-nilai luhur dari pers itu sendiri.

Bahkan tidak jarang disandingkan atau disamarkan dengan kepentingan pemilik media sebagai politisi. Bagi saya hal-hal prinsip semacam ini adalah menjadi pertanyaan besar bagi keluhuran pers kebangsaan.

Persoalannya tidak ada aturan formal memang yang mengatur prosedural obyektif pers terkait irisan, persinggungan atau bahkan campur aduk antara kepentingan pemilik media dan posisi politiknya sebagai politisi.

Mungkin pada waktunya nanti, sangat diperlukan protokol yang lebih fokus dan terukur soal ini. Jika tidak saya meragukan tidak akan munculnya reaksi negatif yang bersifat generatif.

Karena pada akhirnya masyarakat akan apatis bahkan antipati kepada pers yang selalu menyuarakan kebenaran palsu. Selamat hari pers nasional.

Penulis

Tommy Rusihan Arief/Mantan Wartawan/Caleg DPR-RI Dapil Maluku Utara Partai Demokrat


TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Sambut HUT TNI ke-73, Lanud Rsn Laksanakan Bakti Sosial di Kampar

Jumat, 28 September 2018 - 06:49:20 WIB

Dalam rangka peringatan HUT ke-73 TNI tahun 2018, Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin menggelar kegiatan Bhakti Sosial Pengobatan Umum dan Pengobatan Gigi gratis.

Asap dari Sumsel dan Jambi 'Tunak' di Riau

Jumat, 13 September 2019 - 11:12:14 WIB

Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi, asapnya berdampak hingga ke Provinsi Riau. Angin dari kedua provinsi tetangga tersebut 'reuni' atau berkump

Ultimatum Bagi Pengusaha Sawit dan Perambah Hutan Teso Nilo

Selasa, 07 Februari 2017 - 11:06:56 WIB

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) RI mengultimatum para pengusaha dan perambah kawasan hutan Teso Nilo untuk meninggalkan kawasan nasional dalam waktu yang akan segera ditetapkan.

Waspadai Timbulnya Kebakaran

F-16 Lanud Rsn Terus Pantau Karhutla

Jumat, 27 Oktober 2017 - 06:18:29 WIB

Sebagai bagian dari Satgas Karhutla provinsi Riau, Lanud Roesmin Nurjadin terus melakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan di provinsi Riau, salah satunya adalah dengan

Ratusan Pengunjung Berebut Selfie Depan Pesawat Tempur

Jumat, 05 Oktober 2018 - 18:29:41 WIB

Ratusan siswa SD, SMP dan SMA yang hadir pada pembukaan Pameran Alutsista yang diadakan dalam rangka HUT TNI ke-73 berebut berfoto di depan pesawat tempur.

Menpar Tetapkan Bono Sebagai Destinasi Kelas Dunia

Kamis, 02 Februari 2017 - 20:17:21 WIB

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya optimis Riau belum terlambat membangun sektor pariwisata. Selain kaya akan tradisi dan budaya, terutama Melayu, kondisi alam Riau sebenarnya juga tidak kalah me