Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Dispenda Riau

Rupanya SF Haryanto Pernah Tolak Pengunduran Diri Tumino

Kamis, 01 Februari 2018 - 19:00:26 WIB
Rupanya SF Haryanto Pernah Tolak Pengunduran Diri Tumino Tumino, Bendahara Pengeluaran Dispenda Riau memberikan kesaksian dalam Sidang Lanjutan Perkara Pemotongan SPPD Dispenda Riau, Kamis (1/2/2018)
Pekanbaru, Madaniy.Com - Benang merah kasus Dana DPA dan pemotongan SPPD Dispenda Riau, sedikit demi sedikit mulai terkuak.
 
Tumino yang dihadirkan JPU sebagai saksi pada sidang lanjutan dugaan korupsi SPPD Dispenda Riau dengan terdakwa Deyu, Kamis (1/2/2018), membeberkan fakta baru di hadapan majelis hakim Tipikor PN Pekanbaru.
 
Tumino mengatakan, jika dirinya dalam menjalankan tugas hanya sebagai lambang saja, sementara yang mengambil dan mempergunakannya uang dari brangkas, adalah Akmal. 
 
Merasa tak nyaman, Tumino mengaku pernah menyampaikan pengunduran diri kepada Kepala Dinas secara lisan, namun ditolak Kepala Dinas yang ketika itu dijabat SF Haryanto.
 
Ketika hakim menanyakan apakah permintaan pengunduran diri tersebut ada disampaikan kepada Deyu, Tumino menjawab tidak ada.
 
Pernyataan Tumino bekerja sebagai lambang ini, kemudian dibantah terdakwa Deyu dan menyebutkan sesuai keterangannya bahwa untuk pencairan cek dan lainnya harus ada tandatangan Tumino dan Kepala Dinas.
 
Kasus pemotongan SPPD yang ditangani penyidik Kejaksaan Tinggi Riau ini, diperkirakan hanya berlangsung di masa SF Haryanto menjabat Kepala Dinas Pendapatan.
 
Dalam persidangan terungkap dana DPA dan pemotongan SPPD disimpan Tumino, Bendahara Pengeluaran Dispenda di dalam brankasnya. "Ada dua brangkas di kantor," kata Tumino ketika didesak penasehat hukum terdakwa.
 
Sesuai jadwal, Jaksa Penuntut Umum M Amin, menghadirkan Tumino ketika kejadian menjabat Bendahara Pengeluaran, Fuadilazi-Kabid Pengawasan dan Dewi-Bendahara Bidang Pengolahan Data, sebagai saksi.
 
Dalam kesaksiannya, Tumino menjelaskan kepada majelis hakim yang diketuai Sulhanuddin, dirinya hanya mengelola keuangan dan sesuai DPA. 
 
Dana yang dicairkan melalui Bagian Keuangan Setdaprov Riau masuk ke rekening kas. Uang tersebut bisa dicairkan dari kas apabila ada tandatangan Tumino dan Pengguna Anggaran, yakni Kepala Dinas.
 
Dana yang telah dicairkan tersebut kemudian disimpan Tumino di dalam brankas, sebelum akhirnya didistribusikan ke masing-masing bidang. 
 
Dalam mendistribusikannya menurut Tumino, dirinya dibantu Akmal, yang bertugas sebagai juru bayar dan Syarifah.
 
Dalam pendistribusiannya, Tumino mengaku tidak mengetahui adanya pemotongan dana 10 persen. Namun ia mengaku mengetahui adanya uang hasil pemotongan yang disimpan di brankasnya. 
 
"Saya tidak tahu uang mana yang dipotong," jawabnya.
 
Lebih lanjut dikatakannya, uang hasil pemotongan yang disimpan dalam brankas tersebut, hanya diambil Akmal dan Safirah untuk operasional kantor. 
 
"Ketika mengambil uang, Akmal dan Syarifah mengaku disuruh oleh Kasubag Keuangan, Deyu," ujarnya.
 
Ketika ditanya hakim apakah Tumino ada mengkonfirmasikan ulang kepada Deyu tentang kebenaran perintah mengambil uang di dalam brankasnya tersebut, Tumino mengaku tidak ada menanyakannya kembali kepada Deyu.
 
Sementara itu saksi Fuadilazi, dalam keterangannya mengaku tidak ada berhubungan dengan Deyu sebagai Kasubag Keuangan. Fuadelazi mengaku SPPDnya cair melalui Bendahara Bidang, Amir Rahman. 
 
Dirinya juga tidak pernah memeriksa uang yang diterimanya, apakah dipotong 10 persen atau tidak.
 
Yuki Chandra

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Seharusnya Saksi Dipanggil Seorang Demi Seorang Dalam Sidang

Jumat, 02 Februari 2018 - 22:52:24 WIB

Hal ini dilakukan apabila terdapat kemungkinan saksi yang akan diperiksa selanjutnya menjadi tidak bebas, merasa canggung, atau merasa takut dalam memberikan keterangannya apabila didengar oleh saksi

Team Opsnal Reskrimum Polda Riau Ringkus Tiga Pejudi

Ternyata Ada Warnet di Pekanbaru Menjadi Sarang Judi Online

Selasa, 14 Januari 2020 - 19:43:19 WIB

Team Reskrimum Polda Riau meringkus 3 orang yang diduga melakukan kegiatan judi Online di dalam warnet PCS Jalan Srikandi Kelurahan Delima Kecamatan Tampan dan Warnet AG jalan Hang tuah Kec Tenayan Ra

Dalami dugaan Kekerasan, Polisi Tanyai Anak-Anak Panti Asuhan Tunas Bangsa

Rabu, 01 Februari 2017 - 16:59:36 WIB

Satuan Resor Kriminal Kepolisian Resor Kota Pekanbaru akan melakukan pemeriksaan kepada belasan anak Panti Asuhan Tunas Bangsa terkait dugaan kekerasan oleh pemiliknya Lili Nurhayati (49) yang menyeba

Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Dispenda Riau

Kuasa Hukum Deliana Telah Siapkan Saksi Mahkota

Jumat, 02 Februari 2018 - 19:41:55 WIB

Dalam pesannya melalui WA kepada Madaniy, dikatakan bahwa proses persidangan terdakwa Deliana masih cukup panjang, karena ada beberapa tahap pembuktian.

Setelah Baku Tembak, Terduga Teroris di Bandung Dilumpuhkan

Senin, 27 Februari 2017 - 12:53:35 WIB

Terduga teroris pelaku penembakan di kantor Kelurahan Arjuna, Kota Bandung, sudah bisa dilumpuhkan aparat kepolisian Bandung dengan dibantu Polda Jabar.

Buni Yani Laporkan Kasusnya ke Komnas HAM

Senin, 27 Februari 2017 - 13:42:18 WIB

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, menyatakan bahwa penanganan kasus kaliennya terkesan dipaksakan oleh pihak kepolisian. Karena itu, dirinya dan Buni Yani mengadu ke Komnas HAM untuk mengawal ka